Bikin Gemas! Panda Raksasa Kembar Kelahiran Jepang Tampil Perdana di China
📅 Rabu, 30 Sep 2026, 09:28 WIB | Oleh: Marcellus WidiartoTOKYO - Setelah sekitar delapan bulan meninggalkan Kebun Binatang Ueno di Tokyo, sepasang panda raksasa kelahiran Jepang tampil di hadapan publik untuk pertama kalinya pada Selasa di Provinsi Sichuan, China barat daya.
Kedua panda kembar itu mendiami Pangkalan Ya'an milik Pusat Konservasi dan Penelitian Panda Raksasa China, yang dianggap sebagai salah satu kawasan utama habitat alami panda, lapor Kyodo News mengutip keterangan fasilitas yang menampung kedua panda tersebut.
Panda jantan Xiao Xiao dan panda betina Lei Lei itu lahir di Kebun Binatang Ueno pada Juni 2021. Keduanya dipindahkan ke China pada Januari tahun ini setelah masa perjanjian peminjaman berakhir, sehingga Jepang untuk pertama kalinya sejak 1972 tidak memiliki panda raksasa.
Takahiro Takauji, perancang situs web asal Jepang yang sebelumnya mengunggah foto-foto Xiao Xiao dan Lei Lei di blognya ketika kedua panda tersebut masih berada di Ueno, mengatakan bahwa ia "sangat menantikan" kembalinya kedua panda itu ke hadapan publik.
Panda raksasa biasanya mulai diperlihatkan kepada publik sekitar enam bulan setelah kembali ke China.
Seorang perempuan Jepang berusia sekitar 40 tahun dari Prefektur Saitama yang kerap mengunjungi China untuk melihat panda mengatakan kepada Kyodo News melalui wawancara telepon bahwa dia merasa "lega" mendengar kedua panda tersebut telah kembali tampil di hadapan publik.
Dia bertekad menyaksikan pasangan panda itu di China.
Sebelum Xiao Xiao dan Lei Lei meninggalkan Jepang, ribuan penggemar memadati Kebun Binatang Ueno untuk melihat kedua panda tersebut untuk terakhir kalinya dan mengucapkan perpisahan dengan penuh haru.
Kepulangan kedua panda tersebut merupakan bagian dari kesepakatan konservasi yang telah diatur sebelumnya.
Namun, peluang Jepang mendapatkan pinjaman panda baru dari China semakin mengecil di tengah perselisihan diplomatik kedua negara setelah pernyataan Perdana Menteri Sanae Takaichi tentang Taiwan yang memicu kemarahan Beijing pada November tahun lalu.
Beijing berang atas pernyataan Takaichi yang mengisyaratkan bahwa Tokyo akan mendukung Amerika Serikat, sekutu keamanannya, jika terjadi serangan terhadap Taiwan, pulau yang memiliki pemerintahan sendiri dan diklaim China sebagai bagian dari wilayahnya.
Pemberian panda raksasa sebagai hadiah, yang kemudian dilanjutkan dengan praktik peminjaman ke negara lain, telah menjadi bagian dari "diplomasi panda" China sejak 1941.
Panda, termasuk anak panda yang lahir selama masa peminjaman, biasanya dikembalikan ke China setelah perjanjian peminjaman berakhir.
Dalam konteks hubungan Tiongkok-AS, dua panda raksasa tiba di Kebun Binatang Atlanta di AS, Minggu. Beijing melanjutkan praktik lamanya menggunakan peminjaman panda sebagai bentuk niat baik, beberapa hari setelah Presiden Xi Jinping bertemu Presiden Donald Trump di Washington.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!