Mendikdasmen Abdul Mu'ti Dorong Literasi 3S untuk Siapkan Generasi Emas 2045.
📅 Selasa, 08 Sep 2026, 11:14 WIB | Oleh: Yebdi TrismarMenteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan penguatan literasi dengan mengusung konsep literasi untuk sesama, semesta, dan sejahtera (3S) menjadi fondasi dalam mempersiapkan generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.
Ia mengatakan penguatan literasi dengan konsep 3S yang diadaptasi dari tema literasi global UNESCO tersebut sejalan dengan Astacita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
“Penguatan literasi ini sejalan dengan Astacita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Literasi adalah fondasi bagi Indonesia Emas 2045, bangsa yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter peduli lingkungan dan sejahtera,” kata Mendikdasmen Mu’ti saat membuka Peringatan Hari Aksara Internasional secara daring melalui Youtube Kemendikdasmen di Jakarta Pusat pada Selasa.
Di tengah perubahan sosial, krisis lingkungan, perkembangan teknologi digital, dan perkembangan kecerdasan artifisial, ia menilai masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk memahami informasi secara kritis, berpikir reflektif terhadap konten yang dikonsumsi, terus belajar sepanjang hayat, serta menggunakan pengetahuan untuk memperbaiki kehidupan dan lingkungan.
Karena itu, Mu’ti mengatakan penguatan literasi hari ini adalah tentang kemampuan membaca dunia, memahami realitas sosial, lingkungan, dan ekonomi, serta mengambil tindakan untuk menjadikan dunia lebih baik lagi.
Dengan mengusung konsep 3S, ia mengatakan penguatan literasi membawa pesan yang lebih mendalam, payung gerakan yang ringkas serta kontekstual bagi satuan pendidikan, komunitas dan masyarakat.
“Sesama berarti kita semua berusaha agar tidak ada seorang pun yang tertinggal dari kesempatan belajar. Semesta berarti kita semua berusaha agar pengetahuan mampu menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan melalui literasi iklim, konservasi, dan aksi keberlanjutan yang nyata. Sejahtera berarti kita semua berusaha bagaimana memiliki kecakapan hidup, literasi finansial, kewirausahaan, dan keterampilan digital untuk mampu bekerja, berkarya, dan hidup lebih baik lagi,” kata Mu’ti.
Ia pun menambahkan kegiatan penguatan literasi akan dapat berjalan dengan baik apabila para pembelajar senantiasa memiliki sikap kritis, menerapkan pembelajaran mendalam, memahami sesuatu dengan sebaik-baiknya, belajar dengan gembira, serta belajar tidak hanya memahami kata, namun juga memahami apa yang terjadi di lingkungan sekitar.
“Belajar yang reflektif, belajar yang kontekstual, dan belajar yang menggembirakan. Kita tentu saja berusaha menjadi pembaca yang baik, menjadi pendengar yang baik, sekaligus menjadi penulis yang baik,” kata Mu’ti.
Pada kesempatan yang sama, Chief of Education UNESCO Regional Office in Jakarta Santosh Khatri mengatakan literasi merupakan hak manusia yang fundamental serta landasan penting bagi individu untuk dapat belajar dan berpartisipasi sebagai bagian dari masyarakat dunia.
Mengaitkan dengan tantangan masa kini, ia mengatakan penguatan literasi tidak lagi hanya berkaitan dengan penyediaan akses informasi.
Akan tetapi, berkaitan juga dengan bagaimana memastikan setiap individu memiliki kemampuan untuk menilai, memilih dan memilah informasi yang benar dan kredibel serta memiliki kemampuan untuk menggunakan teknologi digital dengan aman dan bertanggung jawab.
“Itulah sebabnya, pengetahuan yang kuat mengenai literasi sangat penting pada era digital dan AI. Itulah juga sebabnya UNESCO memilih tema untuk Hari Literasi Internasional tahun ini literacy for the people, the planet and prosperity,” katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!