Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tingkatkan Produksi Pertanian, Pemerintah Kabupaten Natuna Serahkan Bantuan 2,3 Ton Benih Padi

📅 Rabu, 30 Sep 2026, 10:33 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tingkatkan Produksi Pertanian, Pemerintah Kabupaten Natuna Serahkan Bantuan 2,3 Ton Benih Padi Doc: ANTARA
Ket. Penyerahan bantuan benih padi kepada petani di Natuna pada September 2026.

NATUNA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, menyalurkan bantuan 2,3 ton benih padi kepada kelompok tani sebagai upaya mendukung peningkatan produksi pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Kepala bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Natuna Arizatin saat dikonfirmasi dari Natuna, Rabu (30/9), mengatakan bantuan tersebut terdiri atas benih padi sawah dan padi gogo.

Padi sawah merupakan tanaman yang dibudidayakan pada lahan yang memiliki sistem pengairan, sedangkan padi gogo dapat ditanam di lahan kering dengan mengandalkan curah hujan sebagai sumber utama air untuk pertumbuhan tanaman.

"Benih yang diberikan terdiri atas padi gogo dan padi sawah," katanya.

Ia menjelaskan bantuan tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan merupakan usulan yang diajukan pada 2025. Benih baru diterima pada 2026 dan kemudian disalurkan kepada petani yang berada di sejumlah kecamatan.

Wilayah penerima bantuan meliputi Kecamatan Bunguran Batubi, Serasan, Bunguran Timur, dan Bunguran Tengah.

Menurut Arizatin, khusus untuk bantuan benih bagi petani di Kecamatan Serasan, penyaluran belum dilakukan secara langsung oleh pemerintah daerah karena wilayah tersebut berada di pulau yang berbeda.

"Untuk bantuan di Serasan belum diserahkan karena berbeda pulau. Pihak ketiga yang akan mengirim langsung menggunakan kapal ke Serasan," ujar dia.

Ia menambahkan setelah bantuan diterima, petani diwajibkan menanam benih tersebut sesuai dengan peruntukan. Untuk memastikan pelaksanaan penanaman berjalan baik, pemerintah mengerahkan tenaga penyuluh pertanian untuk mendampingi petani di lapangan.

Arizatin menegaskan bantuan benih tersebut merupakan program reguler pemerintah dan bukan bagian dari program Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM AAS).

"Bantuan ini bukan untuk program PM AAS, melainkan program reguler. Untuk PM AAS kemungkinan ada bantuan lain," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Menunggu Medali Emas dari Para “Laba-laba”

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Menunggu Medali Emas dari P...
Luar Negeri
Trump Umumkan Kesepakatan S...
Nasional
Sekjen Kemnaker: AI Percepa...
Advertisement
Geger! Polisi Bongkar Laboratorium Etomidate di Rumah Kawasan PIK 2.

Geger! Polisi Bongkar Laboratorium Etomidate di Rumah Kawasan PIK 2.

30 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.