Teror Rakun 'Jahil' Bikin Warga Jepang Resah
📅 Selasa, 29 Sep 2026, 16:02 WIB | Oleh: Deri HenriawanTOKYO - Rakun kian meresahkan pedesaan dan perkotaan di Jepang. Data resmi Jepang menunjukkan bahwa kerugian akibat kerusakan tanaman pertanian yang disebabkan oleh rakun di seluruh negeri mencapai 693 juta yen pada tahun fiskal 2024, lebih dari dua kali lipat jumlah yang tercatat satu dekade sebelumnya.
Secara khusus, kerusakan akibat rakun semakin jelas terlihat di kawasan perkotaan dalam beberapa tahun terakhir. Sebagai contoh, di Kota Osaka, Jepang barat, keluhan warga terkait rakun terus meningkat, dari 161 kasus pada tahun fiskal 2023 menjadi 332 kasus pada tahun fiskal 2024, dan 397 kasus pada tahun fiskal 2025, demikian menurut laporan tersebut.
Di antara keluhan tersebut terdapat laporan mengenai ikan mas koki yang dimangsa dari kolam taman serta rakun yang menerobos masuk ke loteng.
Rakun juga menempati peringkat pertama dalam daftar spesies satwa liar yang menyebabkan kerusakan pertanian di Prefektur Osaka, menyumbang lebih dari 40 persen dari total kerusakan, dengan kerugian akibat kerusakan tanaman pertanian mencapai 84,06 juta yen pada tahun fiskal 2024, dua kali lipat dari jumlah yang tercatat pada tahun sebelumnya.
Pihak berwenang Prefektur Osaka meyakini hewan tersebut mulai menetap di kawasan permukiman untuk mencari makanan, dan telah mengimbau warga untuk tidak mendekati atau memberi mereka makan.
Bertambahnya tempat bagi rakun untuk berkembang biak, seperti rumah-rumah kosong, mungkin juga turut memperluas habitat mereka, ungkap laporan tersebut dengan mengutip seorang pejabat dari Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Jepang.
Hokkaido di wilayah utara menghadapi masalah serupa, dengan rakun menyebar ke hampir seluruh wilayah prefektur tersebut pada akhir Januari tahun ini.
Pejabat setempat mengatakan bahwa jumlah rakun meningkat sangat cepat hingga menjadi pertempuran yang tak berujung.
Meski demikian, para pakar mengatakan bahwa upaya berkelanjutan, seperti memasang perangkap, diperlukan untuk mengurangi populasi hewan tersebut dan membatasi kerusakan yang ditimbulkannya. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!