Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPBD Tangerang: Kerugian akibat Kebakaran Selama Bulan Juli–Agustus 2026 Capai Rp6,23 Miliar

📅 Rabu, 30 Sep 2026, 10:22 WIB | Oleh: Tim Penulis
BPBD Tangerang: Kerugian akibat Kebakaran Selama Bulan Juli–Agustus 2026 Capai Rp6,23 Miliar Doc: ANTARA
Ket. Personel Brimob berjaga di area pabrik lampu yang terbakar di Batuceper, Kota Tangerang, Banten, Rabu (16/9/2026). 

TANGERANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPB) Kota Tangerang, Banten, memperkirakan nilai kerugian akibat 138 peristiwa kebakaran selama periode bulan Juli–Agustus 2026 mencapai Rp6,23 miliar.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar di Tangerang, Rabu (30/9), mengatakan kerugian terbesar terjadi pada bulan Juli 2026, yang mencapai Rp5,71 miliar, sedangkan pada Agustus tercatat Rp520 juta.

"Kerugian terbesar tercatat pada kebakaran di Kecamatan Benda pada Juli 2026, dengan perkiraan kerugian mencapai Rp5 miliar. Hal ini menunjukkan bahwa kebakaran tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi yang besar bagi masyarakat," kata Mahdiar.

Mahdiar mengatakan berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kota Tangerang, sebanyak 73 kejadian kebakaran terjadi pada Juli dan 65 kejadian pada Agustus 2026.

Kecamatan Pinang menjadi wilayah dengan jumlah kejadian kebakaran tertinggi, yakni 19 kejadian selama dua bulan tersebut. Disusul Kecamatan Periuk sebanyak 18 kejadian dan Kecamatan Batuceper dan Ciledug yang masing-masing mencatat 14 kejadian.

Sementara itu, Kecamatan Tangerang mencatat 11 kejadian, Karang Tengah 10 kejadian, Cibodas, Karawaci, Neglasari, dan Cipondoh masing-masing sembilan kejadian. Adapun Kecamatan Benda mencatat enam kejadian, sedangkan Jatiuwung dan Larangan masing-masing lima kejadian selama Juli hingga Agustus 2026.

Untuk jenis objek yang terbakar, lanjut Mahdiar, kebakaran lahan dan tempat pembuangan akhir (TPA) mendominasi kejadian selama dua bulan tersebut dengan total 71 kejadian. Rinciannya, sebanyak 34 kejadian pada Juli dan 37 kejadian pada Agustus.

Selain itu, kebakaran permukiman tercatat sebanyak 20 kejadian, kebakaran industri tujuh kejadian dan kebakaran tempat usaha sebanyak 14 kejadian selama periode tersebut.

"Kebakaran juga terjadi pada gardu atau tiang kabel listrik, kendaraan, lapak atau tempat pembuangan limbah, serta kategori lainnya," ujarnya.

Mengenai penyebab kebakaran, BPBD Kota Tangerang mencatat dugaan, di antaranya korsleting listrik, kompor, bara rokok, serta penyebab yang belum diketahui. Pada Juli, terdapat 18 kejadian yang diduga disebabkan korsleting listrik, dua kejadian akibat kompor, dan 38 kejadian dengan penyebab yang belum diketahui.

Sementara itu, pada Agustus, korsleting listrik diduga menjadi penyebab 13 kejadian, kompor enam kejadian, bara rokok dua kejadian, dan 32 kejadian lainnya belum diketahui penyebabnya.

BPBD Kota Tangerang mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama pada kondisi kering yang meningkatkan risiko kebakaran sampah, lahan kosong, dan tumbuhan kering.

"Masyarakat juga diimbau tidak membakar sampah atau lahan secara sembarangan serta menjaga lingkungan guna mencegah terjadinya kebakaran," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.