Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

AS-Tiongkok Sepakati Pangkas Tarif Perdagangan Senilai US$60 Miliar

📅 Selasa, 29 Sep 2026, 03:10 WIB | Oleh:
AS-Tiongkok Sepakati Pangkas Tarif Perdagangan Senilai US$60 Miliar Doc: CN-STR/AFP
Ket. Aktivitas di Pelabuhan di Qingdao, Shandong, Tiongkok timur.

WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok pada Minggu (27/9) merinci rencana untuk memangkas tarif terhadap sekitar 30 miliar dollar AS (sekitar 494 triliun rupiah) barang impor dari masing-masing negara, ketika dua negara adidaya tersebut mengambil langkah untuk menstabilkan hubungan setelah pertemuan Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping.

Daftar barang yang masuk ke AS mencakup 77 jenis, termasuk kembang api, produk rumah tangga, peralatan olahraga, dan mainan, berdasarkan dokumen yang diterbitkan kedua pemerintah.

Sementara itu, Tiongkok mencantumkan 1.619 jenis barang yang berpotensi masuk dengan tarif lebih rendah, antara lain daging, makanan laut, produk susu, biji-bijian, batu bara, kayu, dan peralatan medis.

Rencana keringanan tarif untuk perdagangan bilateral senilai sekitar 60 miliar dollar AS menjadi salah satu hasil paling nyata dari kunjungan kenegaraan Xi ke Washington pekan lalu. Namun, nilai tersebut hanya sebagian kecil dari total perdagangan barang kedua negara yang mencapai sekitar 415 miliar dollar AS pada 2025.

Kedua negara juga memperpanjang gencatan tarif hingga Januari sambil mengupayakan kesepakatan yang lebih luas, menjelang dua pertemuan lain yang diperkirakan mempertemukan Trump dan Xi pada 2026.

Dengan sejumlah perselisihan mengenai pengendalian ekspor dan Taiwan yang belum terselesaikan, perdagangan barang non-sensitif menjadi salah satu bidang yang masih memungkinkan tercapainya kesepakatan.

Saham sejumlah produsen peralatan rumah tangga Tiongkok menguat setelah rincian pemangkasan tarif diumumkan. Saham Joyoung Co bahkan naik hingga batas maksimum 10 persen di Shenzhen, sedangkan Bear Electric Appliance menguat hingga 9,5 persen.

Kementerian Perdagangan Tiongkok mengatakan pengurangan tarif akan dilakukan secara bersamaan setelah kedua negara menyelesaikan prosedur yang diwajibkan berdasarkan hukum domestik.

"Pengaturan ini akan membantu semakin menstabilkan hubungan ekonomi dan perdagangan Tiongkok-AS serta menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi ekspor produk terkait Tiongkok ke AS," kata kementerian tersebut.

Sekitar 90 persen produk yang tercakup dalam pengaturan timbal balik itu akan dikenai tarif sesuai tingkat negara yang paling diuntungkan atau most-favoured-nation (MFN).

Tingkatkan Akses

Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer menyebut produk yang dipilih merupakan barang non-sensitif yang dapat memperoleh perlakuan tarif lebih menguntungkan.

Menurut dia, rekomendasi tersebut akan meningkatkan akses produk pertanian dan peralatan medis AS ke pasar Tiongkok, sekaligus menurunkan hambatan bagi produk rumah tangga dan mainan dari Tiongkok.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

26 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

35 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.