Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wuiih... Canggih! BRIN Bikin Sensor Pendeteksi MBG Basi Cegah Keracunan, Pakai Rumput Laut

📅 Selasa, 29 Sep 2026, 18:03 WIB | Oleh:
Wuiih... Canggih! BRIN Bikin Sensor Pendeteksi MBG Basi Cegah Keracunan, Pakai Rumput Laut Doc: ANTARA/Sean Filo Muhamad
Ket. Peneliti Pusat Riset Elektronika BRIN, Athanasia Amanda Septevani di sela-sela kegiatan Gender Equality Learning Program (GELP) Symposium di Jakarta, Selasa (29/9).

JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memanfaatkan produk turunan rumput laut jenis sargasum sebagai material dasar sensor cerdas guna memantau kualitas dan kesegaran bahan pangan, salah satunya pada program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Peneliti Pusat Riset Elektronika BRIN, Athanasia Amanda Septevani di sela kegiatan Gender Equality Learning Program (GELP) Symposium di Jakarta, Selasa (29/9), menjelaskan perpaduan material alginat selulosa hasil ekstraksi ampas sargasum dengan senyawa aktif antosianin pembawa warna menjadikan sensor kolorimetri yang sangat sensitif merespons perubahan tingkat keasaman (pH) lewat perubahan visual warna.

"Jadi, makanan yang dimakan bapak-bapak sekalian itu ketika dia mengalami penurunan kualitas, dia itu akan mengalami perubahan pH," katanya.

Amanda menjelaskan teknologi pendeteksi kemunduran kualitas ini diproyeksikan bakal memainkan peranan penting dalam mengawal tata kelola rantai pasok Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Jadi, sensor deteksi ini nanti kita integrasikan juga dengan sensor gas semikonduktor kita. Dia bisa mengetahui kualitas pangan, supply chain dari MBG itu, dari yang mentah, sampai yang masak," ujarnya.

Menurut Amanda, kerentanan dalam operasional program MBG tidak hanya berisiko tinggi saat makanan sudah tersaji, tetapi justru rentan sejak wujud bahan mentah yang belum dimasak.

Oleh karenanya, pembacaan kesegaran bahan secara langsung (real time) tanpa menunggu uji laboratorium yang panjang sangat dibutuhkan untuk mencegah insiden keracunan massal.

Mengingat tipisnya batasan ambang kualitas antara pangan yang masih segar, setengah segar (sub-fresh) dan rusak, perubahan warna ini tidak akan dibiarkan berdiri sendiri. Amanda mengungkapkan data dari pendaran warna tersebut nantinya diintegrasikan dengan sensor gas, analisis kimia, serta teknologi machine learning untuk menghadirkan pembacaan yang presisi.

Sebelumnya, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria menyebutkan pihaknya mengembangkan berbagai riset yang menunjang program prioritas pemerintah, salah satunya alat deteksi untuk mencegah gas pembusukan di dalam ompreng MBG.

"Salah satu contohnya adalah Food Guard, perangkat yang ditempatkan pada ompreng untuk mendeteksi gas pembusukan dengan menggunakan multi-sensor dan model AI," ucap Arif Satria. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Advertisement
Bertarung  Gagah Perkasa Jatuh Bangun, Leo/Daniel Persembahkan Medali Emas Ganda Putra Bulu Tangkis

Bertarung Gagah Perkasa Jatuh Bangun, Leo/Daniel Persembahkan Medali Emas Ganda Putra Bulu Tangkis

29 Sep 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.