Swara Hijau Farm terus mengembangkan usaha berbasis urban farming sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui pendampingan dari Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA).
Pendampingan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas usaha Swara Hijau Farm, tidak hanya dalam aspek produksi pertanian, tetapi juga dalam pengelolaan manajemen, keuangan, pemasaran, hingga penerapan standar operasional.
Materi pendampingan antara lain mencakup pengembangan dan scale-up usaha urban farming, manajemen keuangan, digital marketing, keuangan digital, serta penerapan 5R yang terdiri dari Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin. Selain itu, Swara Hijau Farm juga mendapatkan pendampingan dalam penyusunan dan penerapan Standard Operating Procedure (SOP), termasuk SOP yang berkaitan dengan kegiatan hidroponik.
Pendampingan tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong Swara Hijau Farm agar memiliki tata kelola usaha yang lebih terstruktur. Dengan adanya SOP dan penerapan 5R, proses kerja diharapkan dapat berjalan lebih tertib, konsisten, dan efisien. Di sisi lain, penguatan manajemen keuangan dan pemasaran digital memberikan bekal bagi pengelola untuk mengembangkan usaha secara lebih profesional serta memperluas akses pasar.
Swara Hijau Farm sendiri berkembang sebagai salah satu kegiatan urban farming berbasis masyarakat di kawasan Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur. Selain hidroponik, kegiatan yang dikembangkan mencakup budidaya melon, sayuran, maggot, ayam petelur, dan ikan nila.
Melalui pendampingan YDBA, pengembangan Swara Hijau Farm diharapkan dapat terus berlanjut dengan memperkuat fondasi usaha, meningkatkan kapasitas pengelola, serta memperluas manfaat kegiatan urban farming bagi masyarakat.