Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG: Gelombang Tinggi hingga Empat Meter dan Banjir Rob Intai 10 Provinsi di Indonesia

📅 Selasa, 29 Sep 2026, 08:21 WIB | Oleh: Tim Penulis
BMKG: Gelombang Tinggi hingga Empat Meter dan Banjir Rob Intai 10 Provinsi di Indonesia Doc: ANTARA
Ket. Ilustrasi - Ombak tinggi di Pantai Purnama, Kabupaten Gianyar, Bali, Selasa (22/9/2026)

JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi mencapai 2,5–4 meter serta bahaya banjir rob yang mengintai 10 provinsi di Indonesia pada Selasa (29/9).    

Prakirawan BMKG, Medayu Bestari, dalam siaran pembaruan informasi cuaca di Jakarta, Selasa, mengimbau masyarakat pesisir serta pelaku transportasi laut untuk meningkatkan kewaspadaan akibat dampak kondisi cuaca ekstrem itu.  

"Angin di Indonesia umumnya bertiup antara 5 hingga 25 knot, memicu gelombang tinggi 2,5 meter hingga 4 meter di Samudra Hindia barat Aceh hingga selatan Banten, Samudra Hindia selatan Jawa Tengah hingga Jawa Timur, serta selatan Nusa Tenggara Barat," kata dia. 

Medayu memaparkan bahwa potensi fenomena pasang air laut atau banjir rob diprakirakan melanda pesisir Sumatera Utara, Banten, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, hingga Maluku. 

Selain sektor bahari, BMKG memantau kemunculan Bibit Siklon Tropis 92W di Laut Andaman pesisir Myanmar yang memicu peningkatan pembentukan awan hujan di perairan utara Aceh. 

BMKG juga mengingatkan pelaku transportasi udara atas potensi bahaya awan cumulonimbus di sekitar Sumatera bagian barat, Samudra Hindia barat Indonesia, serta wilayah Papua bagian tengah.

Potensi hujan ringan di Kota Palu, Serang dan Bandung. Kemudian cerah berawan di Jakarta, Semarang, dan Surabaya, hingga berawan tebal di Yogyakarta, Denpasar, Mataram, Kupang, Gorontalo, Mamuju, Makassar, dan Kendari. 

Sementara untuk wilayah daratan, meski kondisi kering masih mendominasi yang memicu risiko kekeringan dan kebakaran hutan di Banjarmasin, Palangkaraya, serta Samarinda, potensi hujan lebat lokal tetap berpeluang terjadi di sejumlah titik. 

Atas kondisi tersebut maka BMKG mengajak masyarakat untuk aktif memperbarui informasi cuaca secara berkala dengan mengunduh aplikasinya melalui ponsel, atau dapat diakses melalui kanal resmi aplikasi infobmkg sebelum beraktivitas di luar rumah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...

Rupiah Rawan Tertekan - 29 September 2026

1.5 jam yang lalu | Oka Wahyu

Ekonomi
Rupiah Rawan Tertekan - 29 ...
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.