Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BEI Buka Suara, Saham Rp1 Bukan Biang Kerok Koreksi IHSG

📅 Selasa, 29 Sep 2026, 18:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
BEI Buka Suara, Saham Rp1 Bukan Biang Kerok Koreksi IHSG Doc: ANTARA/ Dhemas Reviyanto.
Ket. Ilustrasi - Seorang pria berjalan di atas layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.

JAKARTA – Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik mengatakan implementasi harga saham terendah dari semula Rp50 menjadi Rp1, tidak berkontribusi signifikan terhadap koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

"Untuk melengkapi informasi saat doorstop kemarin Senin (28/9/2026), bahwa bobot saham saham Rp50 tidak berkontribusi signifikan pada pergerakan IHSG kemarin," ujar Jeffrey kepada wartawan di Jakarta, Selasa (29/9).

Jeffrey menjelaskan terdapat sebanyak 26 saham dengan harga Rp50 dengan total bobot terhadap IHSG sebesar 1,91 persen per 25 September 2026.

"Saham tersebut mengalami penurunan antara 8-14 persen pada Senin, 28 September 2026, yang berkontribusi terhadap penurunan sekitar minus 0,27 persen atau minus 16,707 poin," ujar Jeffrey.

Seiring dengan itu, Direktur Pengembangan BEI Iding Pardi mengungkapkan terdapat sebanyak 34 saham dari 164 saham dengan harga Rp50- 100 pada 25 September 2026, yang mengalami penurunan harga menjadi di bawah Rp50.

"Terdapat 34 dari 164 saham dengan harga Rp50-100 pada 25 September 2026, yang mengalami penurunan harga di bawah Rp50," ujar Iding.

Pada Senin (28/9/2026), BEI resmi mengimplementasikan harga saham terendah dari semula Rp50 menjadi Rp1, yang diharapkan dapat meningkatkan likuiditas dan menghadirkan mekanisme pembentukan harga (price discovery) yang lebih baik, khususnya terhadap saham yang selama ini stagnan berada di level Rp50 dan tidak memiliki likuiditas.

"Kami harapkan ini akan meningkatkan likuiditas dan menghadirkan price discovery yang lebih baik atas saham-saham yang selama ini memang sudah lama ada di harga Rp50 dan tidak ada likuiditas," ujar Jeffrey.

Data penutupan perdagangan Selasa sore, IHSG ditutup melemah 26,16 poin atau 0,43 persen ke posisi 6.121,70. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 3,65 poin atau 0,60 persen ke posisi 608,16.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1,78 juta kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 35,86 miliar lembar saham senilai Rp12,96 triliun. Sebanyak 315 saham naik, 391 saham menurun dan 257 tidak bergerak nilainya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Ekonomi
UMKM Didorong Naik Kelas, S...
Advertisement
Bertarung  Gagah Perkasa Jatuh Bangun, Leo/Daniel Persembahkan Medali Emas Ganda Putra Bulu Tangkis

Bertarung Gagah Perkasa Jatuh Bangun, Leo/Daniel Persembahkan Medali Emas Ganda Putra Bulu Tangkis

29 Sep 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.