Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gempa dan Kekeringan Melanda NTT, Dompet Dhuafa Salurkan Air Bersih

31 Selasa, 15 Sep 2026, 17:40 WIB | Oleh:
Gempa dan Kekeringan Melanda NTT, Dompet Dhuafa Salurkan Air Bersih Gempa dan Kekeringan Melanda NTT, Dompet Dhuafa Salurkan Air Bersih Doc: Dompet Dhuafa
Ket. Penyintas gempa bumi di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), menghadapi tantangan lain setelah wilayah tersebut juga berada dalam kondisi rawan kekeringan. Melihat kebutuhan air bersih yang semakin mendesak, Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa menyalurkan bantuan air bersih kepada para penyintas.

JAKARTA - Penyintas gempa bumi di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), menghadapi tantangan lain setelah wilayah tersebut juga berada dalam kondisi rawan kekeringan. Melihat kebutuhan air bersih yang semakin mendesak, Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa menyalurkan bantuan air bersih kepada para penyintas.

NTT diketahui menjadi salah satu wilayah yang menghadapi kondisi cuaca kering berkepanjangan. Selain terdampak gempa bumi, sejumlah wilayah di provinsi tersebut juga masuk dalam kategori ekstrem panjang dalam Hari Tanpa Hujan dan kategori tertentu dalam kondisi Kekeringan Meteorologis.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang tercantum dalam laporan Dompet Dhuafa, terdapat 11 kabupaten di NTT yang berada dalam kondisi waspada kekeringan. Wilayah tersebut meliputi Ende, Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Rote Ndao, Sabu Raijua, Sikka, Sumba Barat, Sumba Barat Daya, Sumba Tengah, dan Timor Tengah Selatan.

Sementara itu, terdapat 10 kabupaten dan kota yang berada dalam kategori awas kekeringan. Daerah tersebut mencakup Alor, Belu, Flores Timur, Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Lembata, Nagekeo, Ngada, Sumba Timur, serta Timor Tengah Utara.

Kondisi tersebut semakin menambah tantangan bagi masyarakat yang masih menjalani masa pemulihan pascagempa. Ancaman kekeringan membuat kebutuhan terhadap ketersediaan air bersih menjadi semakin penting, terutama bagi warga yang tinggal di lokasi penampungan bersama.

DMC Dompet Dhuafa kemudian mendistribusikan air bersih ke empat titik penampungan penyintas gempa di Desa Maropokot dan Desa Tonggu Rambang, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo. Penyaluran bantuan tersebut dilakukan pada Selasa (8/9/2026) untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga terdampak.

Kepala Bagian Tanggap Darurat, Pemulihan, Rekonstruksi DMC Dompet Dhuafa Eka Suwandi mengatakan bantuan air bersih diberikan karena kebutuhan tersebut merupakan hak dasar para penyintas. Kondisi kekeringan yang turut mengancam wilayah tempat tinggal warga membuat bantuan air bersih semakin dibutuhkan.

“Kami mendistribusikan air bersih kepada penyintas gempa NTT karena itu adalah hak mereka untuk mendapatkan pemenuhan air bersih. Selain ancaman gempa, wilayah penyintas juga ada ancaman akan kekeringan,” ujar Eka melalui pesan singkat.

Dalam proses pendistribusian, tim Dompet Dhuafa NTT menyisir lokasi pengungsian satu per satu untuk memastikan penampungan air warga mendapatkan pasokan. Air bersih yang disalurkan berasal dari dukungan para donatur Dompet Dhuafa yang turut membantu memenuhi kebutuhan dasar para penyintas.

Bantuan tersebut telah menjangkau sekitar 200 penerima manfaat di wilayah terdampak. Penyaluran air bersih diharapkan dapat membantu warga memenuhi kebutuhan sehari-hari selama mereka masih berada di tempat penampungan dan menjalani proses pemulihan pascagempa.

Salah satu penerima manfaat menyampaikan apresiasinya kepada para donatur yang telah memberikan bantuan. Dukungan tersebut dinilai sangat berarti bagi masyarakat yang sedang menghadapi kondisi sulit akibat bencana dan ancaman kekeringan.

“Terima kasih atas bantuannya para donatur Dompet Dhuafa. Semoga semakin berkah, amin,” ujar salah satu penerima manfaat.

Hingga saat ini, DMC Dompet Dhuafa masih melanjutkan pendampingan terhadap masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Pendampingan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mempercepat proses pemulihan dan membantu penyintas kembali menata kehidupan mereka.

Kondisi kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah NTT menjadi perhatian tambahan dalam proses penanganan pascabencana. Dengan adanya distribusi air bersih, kebutuhan dasar penyintas diharapkan dapat tetap terpenuhi sembari proses pemulihan dan penataan kembali kehidupan masyarakat terus dilakukan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...

Main di Kandang, Arema FC Digulung Bali United

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Main di Kandang, Arema FC D...

Subuh Keliling untuk Mencari Masukan Warga

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Subuh Keliling untuk Mencar...
Daerah
Rapat Anggota Tahunan Sebua...
Olahraga
Dewi Fortuna Masih Mendampi...
Daerah
Gabah Masuk Harus Disortir ...
Advertisement
Gubernur Jabar Prihatin Banyak Warganya Terjerat Pinjol dan Judol

Gubernur Jabar Prihatin Banyak Warganya Terjerat Pinjol dan Judol

31 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.