Terkait Meninggalnya Taruna, Politeknik Pelayaran Malahayati Lakukan Penelusuran Internal dan Siap Dukung Proses Penyelidikan
📅 Selasa, 29 Sep 2026, 10:05 WIB | Oleh: Mohammad Zaki AlatasJAKARTA - Calon Taruna Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati di Aceh Besar bernama Muhammad Rasya Fadhillah (18) dikabarkan meninggal dunia, Minggu sore (27/9) ketika menjalani tahapan ospek. Terkait hal ini pihak kampus akan melakukan penelusuran internal dan siap mendukung proses penyelidikan oleh pihak berwajib.
Dikatakan oleh Direktur Poltekpel Malahayati Aceh, Andi Fiard pihaknya menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya Taruna Muhammad Rasya Fadhillah pada 27 September 2026 di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh.
"Kami turut berbelasungkawa kepada keluarga dan seluruh pihak yang ditinggalkan," kata Andi dalam keterangan tertulisnya, Selasa (29/9).
Berdasarkan catatan awal, tambahnya, pada 26 September 2026 almarhum datang ke Poliklinik Politeknik Pelayaran Malahayati dengan keluhan demam dan telah mendapatkan pemeriksaan serta penanganan oleh tim medis. Lalu pada 27 September 2026, setelah terdapat perkembangan kondisi kesehatan, almarhum dirujuk ke RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.
Dikatakan oleh Andi terkait penyebab meninggalnya almarhum, Politeknik Pelayaran Malahayati tidak akan mendahului kesimpulan medis. Informasi mengenai diagnosis dan penyebab kematian akan mengacu pada keterangan resmi dari rumah sakit dan tenaga medis yang berwenang.
"Saat ini, Politeknik Pelayaran Malahayati melakukan penelusuran internal, menelaah dokumen dan rekaman yang relevan, berkoordinasi dengan rumah sakit, serta akan memberikan data dan keterangan yang diperlukan dalam proses pemeriksaan maupun penyelidikan," katanya.
Andi juga menagaskan bahwa pihak Politeknik Pelayaran Malahayati berkomitmen untuk bersikap terbuka, transparan, dan kooperatif. Apabila dalam proses pemeriksaan ditemukan adanya pelanggaran disiplin maupun tindak kekerasan oleh pihak mana pun, kami akan mendukung penanganannya sesuai ketentuan yang berlaku.
"Kami meminta seluruh pihak memberikan ruang bagi proses pemeriksaan medis dan penyelidikan untuk berjalan secara objektif. Perkembangan lebih lanjut akan disampaikan melalui saluran resmi berdasarkan informasi yang telah terverifikasi," katanya.
Sebelumnya diketahui berdasarkan kronologi yang dihimpun kepolisian, korban mendatangi Poliklinik Poltekpel Malahayati Aceh pada Sabtu (26/9) sekitar pukul 16.21 WIB.
Saat itu, korban yang sedang mengikuti pendidikan D-III Studi Nautika mengeluhkan demam dan nyeri tenggorokan. Dokter klinik kemudian melakukan pemeriksaan terhadap tanda-tanda vital korban. Hasil pemeriksaan menunjukkan tekanan darah 131/74 mmHg, denyut nadi 104 kali per menit, dan suhu tubuh mencapai 39,7 derajat celsius.
Untuk mengetahui penyebab pasti meninggalnya korban, pihaknya telah berkoordinasi dengan dokter forensik RSUDZA untuk menjalani pemeriksaan luar melalui visum et repertum serta CT scan jenazah.
i
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!