Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Transaksi Digital Makin Ngebut, BI Pasang Fokus pada Kepercayaan

📅 Senin, 28 Sep 2026, 19:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Transaksi Digital Makin Ngebut, BI Pasang Fokus pada Kepercayaan Doc: ANTARA/ Ahmad Rafli Baiduri)
Ket. Ilustrasi - Pelanggan sedang membayar minuman via transaksi digital menggunakan fitur QRIS, di Palembang, Sumsel.

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) menyatakan saat ini fokus untuk menjaga kepercayaan (trust) masyarakat seiring dengan pesatnya perkembangan sistem pembayaran digital, sebagaimana tercermin dalam Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030.

“BSPI 2030 adalah fase berikutnya dari BSPI 2025. Dalam BSPI 2020 ke 2025, kami berpikir bagaimana fokus ke inklusi. Di tahun 2025 sampai 2030, kami berpikir, ‘Ayo, kita jagain trust’. Dengan apa? Dengan inisiatif-inisiatif kita yang related dengan integritas,” kata Direktur-Kepala Grup Kebijakan dan Strategi Inovasi dan Digitalisasi Data BI Agung Bayu Purwoko dalam Forum Group Discussion (FGD) di Jakarta, Senin (28/9).

Ketika fokus sistem pembayaran sebelumnya diarahkan pada inklusi, Agung mengatakan kolaborasi dengan berbagai otoritas dan pelaku industri telah berhasil dijalin.

Menurutnya, pendekatan serupa juga diperlukan dalam upaya menjaga kepercayaan sekaligus menangani penipuan online di tengah semakin tingginya digitalisasi sistem pembayaran.

Ia meyakini bahwa upaya menjaga kepercayaan bukan sesuatu yang mustahil untuk dioptimalkan. Terlebih, ujar Agung, BI melalui pada BSPI 2030 juga mendorong peningkatan kapabilitas penyedia jasa sistem pembayaran, termasuk kemampuan dalam mendeteksi penipuan.

“Kalau dulu bagaimana kita menargetkan peningkatan merchant QRIS, transaksi dan sebagainya, ke depan kita juga ingin bagaimana mereka meningkatkan fraud detection-nya,” kata Agung.

Ia mengingatkan peningkatan kapabilitas tersebut juga perlu diikuti dengan kesadaran manajemen penyedia jasa sistem pembayaran untuk menjaga ekosistem yang telah memiliki tingkat digitalisasi tinggi.

“Jadi manajemen juga harus sadar bahwa ekosistem yang sudah terjaga, yang sudah tinggi digitalisasinya, dan tentunya kita sepakat dengan trust tadi, kita sudah punya beberapa mekanisme dan akan diperkuat dengan dukungan yang sedang kita bangun,” kata dia.

Agung menjelaskan bahwa pengembangan sistem pembayaran sejak 2019 pada dasarnya ditujukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi melalui transaksi yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal.

Pada awal pengembangan, BI melihat jumlah merchant QRIS di Indonesia masih kurang dari 2 juta, sementara pemain dalam sistem pembayaran juga masih terbatas pada sejumlah bank.

Karena itu, salah satu fokus awal BI adalah memperluas jumlah merchant. Adapun saat ini, jumlah merchant QRIS telah berkembang dengan pesat menyentuh hampir 50 juta.

Agung menambahkan, pengembangan QRIS, BI-FAST, dan Standar Nasional Open API Pembayaran (SNAP) juga diarahkan untuk mendorong interoperabilitas antarpelaku sistem pembayaran. Menurutnya, apabila setiap pemain hanya melayani nasabahnya sendiri, transaksi akan terbatas pada ekosistem masing-masing.

“Karena waktu itu kalau masing-masing pemain serve nasabahnya sendiri, transaksinya ya segitu-gitu saja. Padahal Indonesia ini luasnya sedemikian, berarti harus gotong-royong,” kata dia.

Seiring dengan semakin terintegrasinya sistem pembayaran, Agung juga tidak memungkiri munculnya tantangan baru terutama terkait identitas dan risiko penipuan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Advertisement
Badan Geologi Ingatkan soal Gas Beracun di Balik Blue Fire Papandayan

Badan Geologi Ingatkan soal Gas Beracun di Balik Blue Fire Papandayan

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.