Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kenaikan Imbal Hasil Dollar AS Bakal Menekan Rupiah

📅 Selasa, 29 Sep 2026, 03:05 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Kenaikan Imbal Hasil Dollar AS Bakal Menekan Rupiah Doc: istimewa
Ket. Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti dalam rapat kerja (raker) bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin (28/9) memproyeksikan Federal Reserve akan menaikkan suku bunga acuannya satu kali lagi pada triwulan IV 2026.

JAKARTA - Pemerintah dan Bank Indonesia tidak boleh menjadikan tekanan eksternal sebagai alasan untuk mengabaikan pembenahan domestik. Sebab, justru tekanan eksternal justru menjadi ujian kemampuan dalam menjaga kredibilitas fiskal, memperkuat devisa, memperdalam pasar keuangan, dan memastikan belanja publik tetap produktif.

Hal itu disampaikan pengamat kebijakan publik dari Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA), Badiul Hadi yang diminta tanggapannya mengenai kondisi sektor keuangan global seiring dengan sinyal yang disampaikan Bank Sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve yang kemungkinan akan kembali menaikkan suku bunga acuan Fed Fund Rate (FFR) di akhir tahun.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti dalam rapat kerja (raker) bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin (28/9) memproyeksikan Federal Reserve akan menaikkan suku bunga acuannya satu kali lagi pada triwulan IV 2026.

Sebagaimana diketahui,The Fed telah menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi 3,75-4,00 persen pada Rabu, 16 September 2026 waktu AS.

“Seperti kita ketahui, belum lama ini The Fed juga menaikkan suku bunganya sebesar 25 basis poin, dan kami masih memperkirakan akan ada kenaikan satu kali lagi di triwulan IV,” kata Destry.

Destry menjelaskan, kenaikan suku bunga The Fed mendorong penguatan dollar AS terhadap mata uang lainnya. Indeks dollar AS (DXY) tercatat mencapai 101,11, sementara indeks dollar terhadap mata uang negara Asia mencapai 96,26.

Penguatan dollar AS itu juga berdampak terhadap aliran modal di negara berkembang (emerging market). Arus modal dari yang tadinya terparkir di negara berkembang, kembali beralih ke negara-negara maju, khususnya AS.

Selain itu, Destry menerangkan kecenderungan kenaikan suku bunga acuan The Fed juga berkaitan dengan meningkatnya tekanan inflasi global. Inflasi global saat ini kata Destry telah mencapai 4,6 persen.

Peningkatan inflasi tersebut turut dipengaruhi oleh kenaikan harga komoditas energi di tengah konflik yang masih berlangsung di sejumlah wilayah dunia, terutama di kawasan Timur Tengah.

“Harga minyak yang terus meningkat di mana posisi 24 September mencapai 125,53 dollar AS per barel dan ini lebih tinggi dibanding rata-rata Agustus 2026 yang kisaran 90,88 dollar AS per barel ,” kata Destry.

Dengan tantangan seperti itu, Destry menilai prospek ekonomi global pada 2026 memang masih menghadapi tantangan. Namun, kondisi tersebut diperkirakan membaik pada 2027.

“Kalau kita juga akan melihat bahwa data ini juga menggambarkan mungkin secara sekilas saja saya gambarkan bahwa prospek ekonomi 2026 ini secara global itu memang agak gloomy, namun demikian di 2027 diperkirakan akan ada perbaikan,” katanya.

Di tengah kondisi itu, BI menyatakan komitmennya untuk menjaga kebijakan moneter untuk mendukung stabilitas eksternal. “Kebijakan moneter akan lebih pro stability, lainnya kita arahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi,” kata Destry.

Arus Modal

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.