Kesehatan Saluran Cerna Jadi Salah Satu Fondasi Kesiapan Anak untuk Belajar
📅 Senin, 07 Sep 2026, 12:45 WIB | Oleh: Haryo BronoJAKARTA – Perkembangan kognitif anak tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik. Perhatian, memori, penalaran, hingga kemampuan memecahkan masalah merupakan bagian dari proses yang turut menentukan kesiapan anak untuk belajar dan berkembang.
Sejumlah faktor saling berkaitan dalam mendukung proses tersebut, mulai dari pemenuhan nutrisi, kesehatan saluran cerna, kesiapan biologis, hingga stimulasi yang diberikan kepada anak dalam kehidupan sehari-hari.
Topik tersebut menjadi pembahasan dalam talkshow “Growing Little Minds: The Science Behind Every Child’s Potential” yang digelar Bebelac dalam rangkaian IdeaFest 2026. Diskusi mengajak orang tua memahami berbagai faktor yang berperan dalam perkembangan kognitif anak, termasuk keterkaitan antara nutrisi dan kesehatan saluran cerna.
Medical and Scientific Affairs Director Danone Indonesia, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH, mengatakan perkembangan kognitif perlu dipandang secara menyeluruh dan tidak hanya diukur berdasarkan prestasi akademik.
"Nutrisi yang tepat, kesehatan saluran cerna yang baik, dan stimulasi yang sesuai merupakan bagian dari fondasi yang saling mendukung untuk membantu anak lebih siap belajar, bereksplorasi, dan mengembangkan berbagai kemampuan kognitifnya," ujar Ray.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kesehatan Saluran Cerna dan Penyerapan Nutrisi
Menurut Ray, kesehatan saluran cerna (gut health) menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi anak. Kondisi saluran cerna yang baik berperan dalam membantu proses penyerapan nutrisi yang dibutuhkan tubuh.
Ia menyebut asupan yang mengandung prebiotik dan serat pangan, seperti FOS, GOS, dan inulin, dapat mendukung kesehatan saluran cerna serta keberagaman mikrobiota.
"Kesehatan saluran cerna yang baik membantu mendukung penyerapan nutrisi, sehingga tubuh si kecil dapat memperoleh nutrisi yang dibutuhkan untuk mendukung proses belajar dan perkembangannya," katanya.
Ray menambahkan, perhatian terhadap kesehatan saluran cerna menjadi bagian dari upaya membangun kesiapan biologis anak. Dengan kebutuhan dasar yang terpenuhi, anak diharapkan lebih siap menerima stimulasi dan memperoleh pengalaman belajar dari lingkungan sekitarnya.
Hubungan antara pola makan dan perkembangan kognitif juga menjadi perhatian dalam penelitian. Studi yang dipublikasikan dalam Nutrition Reviews pada 2026 menemukan adanya hubungan positif antara pola makan dengan kemampuan kognitif dan prestasi akademik pada anak usia sekolah.
Namun, perkembangan kognitif tidak berlangsung hanya melalui asupan nutrisi. Anak juga membutuhkan stimulasi dan kesempatan untuk berinteraksi serta mengeksplorasi lingkungan.
Stimulasi Berawal dari Aktivitas Sehari-hari
Cynthia, momfluencer yang dikenal melalui akun @janelleandmom, membagikan pengalamannya dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Menurutnya, stimulasi dapat dilakukan melalui aktivitas sederhana di rumah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!