Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenhub Lakukan “Paper Test” Abu Vulkanik Dilakukan Setiap 30 Menit

📅 Senin, 07 Sep 2026, 14:25 WIB | Oleh:
Kemenhub Lakukan “Paper Test” Abu Vulkanik Dilakukan Setiap 30 Menit Doc: RRI/Fathiyah Nur Zalfa
Ket. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi (tengah)

JAKARTA - Kementerian Perhubungan melakukan paper test setiap 30 menit untuk memantau sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Pengujian dilakukan di delapan bandara terdampak serta sejumlah bandara lain di sekitar lokasi erupsi.

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, mengatakan hasil pengujian terakhir masih menunjukkan adanya abu vulkanik. Kondisi tersebut membuat pemerintah belum dapat memastikan keamanan operasional bandara.

“Kita setiap 30 menit melakukan paper test. Terakhir, sekitar setengah jam yang lalu, di delapan bandara masih positif,” ujar Dudy saat konferensi pers di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Senin (7/9).

Ia mengatakan pengujian juga dilakukan di bandara lain yang berada di sekitar Gunung Anak Krakatau. Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan kondisi sebaran abu sebelum menentukan keamanan penerbangan.

Pemerintah juga melakukan pembersihan fasilitas bandara secara berkala selama kondisi memungkinkan. Pembersihan mencakup area runway, taxiway, dan apron yang terdampak abu vulkanik.

Dudy mengatakan proses pembersihan membutuhkan waktu sekitar dua jam. Durasi tersebut berdasarkan kegiatan pembersihan yang dilakukan pada malam sebelumnya.

“Seperti tadi malam, kita lakukan pembersihan kurang lebih sekitar dua jam. Untuk pembersihan runway, kemudian taxiway, dan apron kita butuhkan sekitar kurang lebih dua jam,” kata dia.

Pembersihan akan kembali dilakukan apabila abu vulkanik bergeser dan kondisi memungkinkan bandara dioperasikan. Namun, abu vulkanik masih berpotensi kembali jatuh di sejumlah area bandara.

Dudy mengatakan kondisi tersebut membuat pembersihan harus terus dilakukan meski sebelumnya telah dibersihkan. Pemerintah akan menyesuaikan langkah pembersihan dengan perkembangan sebaran abu vulkanik.

“Walaupun tadi malam sudah kita bersihkan, tidak menutup kemungkinan hari ini debu vulkanik masih terus berjatuhan. Jadi kita tetap melakukan pembersihan,” ujar Dudy.

Sementara itu, delapan bandara yang terdampak masih ditutup hingga Senin (7/9) pukul 18.00 WIB. Pemerintah akan terus memantau kondisi abu vulkanik dan memperbarui informasi apabila terdapat perubahan situasi. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Daerah
Dinas Pertanian Babel Inten...
Olahraga
Alwi Farhan Gagal Melanjutk...
Advertisement
Luar Biasa Pencapaian Amri/Nita, Lolos ke Partai Puncak, Gulung Ganda Utama Tiongkok

Luar Biasa Pencapaian Amri/Nita, Lolos ke Partai Puncak, Gulung Ganda Utama Tiongkok

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.