Kolaborasi Lintas Sektor Diperkuat, Indonesia Bidik Posisi sebagai Pusat Uji Klinik Global
📅 Minggu, 06 Sep 2026, 22:25 WIB | Oleh: Haryo BronoJAKARTA – Indonesian Association for the Study of Medicinals (IASMED) mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu tujuan uji klinik global.
Dorongan tersebut menjadi fokus dalam IASMED Annual Meeting 2026 yang digelar di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta, Sabtu (6/9/2026), dengan mengusung tema “Continuing the Momentum: Empowering Indonesia's Clinical Trial Ecosystem.”
Pertemuan tahunan ini mempertemukan regulator, akademisi, rumah sakit, industri farmasi, Contract Research Organization (CRO), serta profesional uji klinik untuk membahas peluang dan tantangan pengembangan ekosistem uji klinik di Indonesia.
Perkembangan ekosistem uji klinik nasional dalam beberapa tahun terakhir dinilai semakin positif, terutama setelah adanya perubahan regulasi oleh Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sejak akhir 2023.
Perubahan tersebut ikuti oleh peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan infrastruktur penelitian, serta kolaborasi yang semakin erat di antara berbagai pemangku kepentingan.
Regulasi Jadi Fondasi Penguatan Uji Klinik
Kepala BPOM RI, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., yang membuka IASMED Annual Meeting 2026, menekankan pentingnya meningkatkan daya saing Indonesia sebagai tujuan uji klinik dan inovasi kesehatan di kawasan.
Menurutnya, penguatan tersebut membutuhkan regulasi yang adaptif, harmonisasi dengan standar internasional, serta peningkatan kualitas dan kapasitas penyelenggaraan uji klinik.
Transformasi regulasi juga diarahkan untuk menciptakan proses penelitian yang lebih efisien dan kompetitif dengan tetap memberikan perlindungan terhadap subjek penelitian.
Langkah tersebut antara lain dilakukan melalui harmonisasi standar internasional, digitalisasi layanan, serta penerapan pendekatan risk-based regulatory oversight. Pendekatan ini diharapkan dapat mempercepat proses penelitian tanpa mengesampingkan aspek mutu, keamanan, dan keselamatan partisipan.
Sementara itu, mewakili Menteri Kesehatan, Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Dr. Dra. Lucia Rizka Andalucia, Apt., M.Pharm., MARS., menilai uji klinik memiliki peran penting dalam transformasi kesehatan sekaligus pertumbuhan ekonomi nasional.
Pemerintah, kata dia, terus mendorong investasi, memanfaatkan keunggulan demografi dan keragaman genetik Indonesia, serta memperkuat kapasitas penelitian untuk menarik lebih banyak studi klinik internasional.
Perkuat Kapasitas Pusat Penelitian
IASMED menilai penguatan ekosistem uji klinik tidak hanya bergantung pada regulasi, melainkan juga kesiapan sumber daya manusia dan pusat-pusat penelitian.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!