Peran-Tara, Karya Indosat dan Sarkodit yang Mengajak Manusia Memaknai AI
📅 Minggu, 06 Sep 2026, 22:05 WIB | Oleh: Haryo BronoJAKARTA – Perkembangan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) yang semakin pesat mendorong berbagai pihak untuk kembali mempertanyakan posisi manusia di tengah kemajuan teknologi. Persoalan tersebut diangkat oleh Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat/IOH) melalui kolaborasi dengan seniman Indonesia, Sarkodit, dalam karya instalasi seni bertajuk “Peran-Tara” di IdeaFest 2026.
Karya tersebut menjadi bagian dari kehadiran Indosat dalam IdeaFest 2026 yang mengusung tema Re-Humanize. Melalui gagasan “Heartware Inside the Hardware”, Indosat ingin menyoroti peran manusia di balik perangkat, sistem, algoritma, dan teknologi AI.
Gagasan tersebut berangkat dari pandangan bahwa kemajuan teknologi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mesin untuk memproses informasi atau membantu manusia mengambil keputusan. Kreativitas, imajinasi, rasa ingin tahu, nilai, dan kebijaksanaan manusia tetap dibutuhkan untuk menentukan bagaimana teknologi digunakan dan ke mana perkembangannya diarahkan.
Makna di Balik “Peran-Tara”
Nama “Peran-Tara” menggabungkan gagasan mengenai peran manusia dengan “tara”, yang dalam konteks karya tersebut dimaknai sebagai akal dan kebijaksanaan dalam memilih, menentukan arah, serta memberikan makna terhadap sesuatu yang diciptakan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Melalui karya tersebut, pengunjung diajak melihat hubungan antara manusia dan teknologi dari perspektif yang lebih reflektif. Teknologi dapat membuka berbagai kemungkinan, tetapi manusia tetap memiliki peran dalam menentukan tujuan dan arah pemanfaatannya.
Sarkodit mengatakan gagasan Heartware Inside the Hardware menjadi titik awal dalam menerjemahkan hubungan antara teknologi dan manusia ke dalam karya seni.
"Ketika Indosat membawa gagasan Heartware Inside the Hardware, saya melihatnya sebagai ajakan untuk kembali melihat teknologi dari sisi manusia. Teknologi bisa terus berubah dan semakin canggih, tetapi selalu ada manusia di baliknya yang memiliki ide, membuat pilihan, memberikan makna, dan menentukan akan dibawa ke mana teknologi tersebut," ujar Sarkodit dalam siaran pers, Selasa (5/9/2026).
Menurutnya, pemikiran tersebut kemudian diterjemahkan melalui “Peran-Tara” sebagai interpretasi artistik terhadap gagasan tersebut.
Merekam Perjalanan Teknologi dan Konektivitas
Selain mengangkat hubungan manusia dengan teknologi, “Peran-Tara” juga merefleksikan perjalanan Indosat dalam mengembangkan konektivitas di Indonesia.
Karya tersebut menggambarkan perjalanan teknologi yang terus berkembang, dari upaya menghubungkan masyarakat Indonesia dengan dunia hingga membuka berbagai kemungkinan baru melalui inovasi digital dan AI.
Bagi Indosat, perkembangan teknologi pada akhirnya perlu memberikan manfaat nyata bagi manusia. Teknologi diharapkan dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi masyarakat untuk belajar, bekerja, berkarya, dan terhubung.
SVP-Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo Hutchison, Ovidia Nomia, mengatakan perspektif tersebut sejalan dengan posisi Indosat sebagai penghubung antara perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!