Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Harga Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Tekanan Inflasi Pangan Mulai Mengintai

📅 Senin, 07 Sep 2026, 19:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Harga Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Tekanan Inflasi Pangan Mulai Mengintai Doc: ANTARA FOTO/Angga Palguna
Ket. Ilustrasi - Calon pembeli memilih daging ayam yang dijual di Pasar Klandasan, Balikpapan, Kalimantan Timur yang harganya naik sehingga memicu inflasi.

JAKARTA – Kenaikan harga cabai rawit dan daging ayam ras kembali menambah tekanan pada harga pangan di tingkat konsumen.

Dua komoditas yang cukup banyak dikonsumsi masyarakat ini sensitif terhadap perubahan pasokan, permintaan, serta biaya distribusi.

Jika kenaikan berlanjut, dampaknya tidak hanya terasa di pasar, tetapi juga berpotensi ikut mengerek pengeluaran rumah tangga.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menyebut cabai rawit dan daging ayam ras menjadi komoditas yang perlu mendapat perhatian karena mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) di banyak kabupaten/kota pada minggu perdana September 2026.

Ia menyebut komoditas tersebut juga memiliki level harga yang relatif tinggi atau memiliki harga rata-rata nasionalnya di atas harga acuan penjualan (HAP) di tingkat konsumen.

"Sudah ada 251 kabupaten/ kota yang mengalami kenaikan IPH cabai rawit dan harga cabai rawitnya sudah di atas HAP," ujar Amalia dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah dipantau secara daring di Jakarta, Senin (7/9).

Kondisi serupa juga terjadi pada komoditas daging ayam ras. Amalia menyebut sebanyak 220 kabupaten/kota mengalami kenaikan IPH untuk komoditas tersebut, sementara harga rata-rata nasionalnya telah berada di atas HAP.

Amalia menjelaskan kenaikan IPH tidak selalu menjadi satu-satunya indikator yang perlu diperhatikan. Pemerintah juga perlu melihat level harga komoditas karena harga pada level konsumen yang menjadi beban masyarakat.

"Perubahan IPH kadang terlihat rendah, tapi lebih harganya sudah tinggi. Karena yang dibayar oleh konsumen adalah harga, level harga," terangnya.

Di sisi lain, cabai merah dan telur ayam ras harga rata-rata nasioanalnya masih berada dalam rentang HAP, bahkan ada yang di bawah HAP.

BPS juga mencatat harga bawang putih dan gula pasir telah berada di atas HAP. Sementara daging sapi juga perlu mendapat perhatian meskipun jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan IPH untuk komoditas tersebut tidak banyak.

Di tingkat daerah, Amalia menyebut kenaikan IPH di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, terutama dipengaruhi cabai merah, daging ayam ras, dan ikan kembung.

Di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, kenaikan IPH dipengaruhi daging sapi, cabai rawit, dan beras. Sementara di Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, perubahan IPH kenaikannya mencapai 14,97 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Perkuat Daya Saing di Tengah Dinamika Pasar Global, VDNI Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan di 2026
    Langkah strategis PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) ...
  • Pariwisata Indonesia Siap Naik Kelas! Kemenpar Perluas Jejaring Bisnis hingga India
    Langkah proaktif Kementerian Pariwisata melalui Sales Mission Pune ...
  • Jakarta Didorong Jadi Pusat Industri Kopi Nasional, Libatkan 193 Ribu Pelaku Usaha
    Membaca artikel yang sangat komprehensif ini, saya merasa ...
  • Gunung Anak Krakatau Terus Erupsi, Jakarta Kena Sebaran Abu Vulkanik
    Sangat mungkin terjadi erupsi yg lebih besar, kemarin ...
  • Ditentang AS, PBB Adopsi Resolusi 'Koreksi Peta Dunia', Benua Afrika Ternyata 14 Kali Lebih Besar!
    Indonesia lebih besar dari Eropa. Jarak antara Sabang ...
Advertisement
Penutupan Soekarno-Hatta Diperpanjang hingga 23.59 WIB

Penutupan Soekarno-Hatta Diperpanjang hingga 23.59 WIB

07 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 3
# 3
Wapres Sara Duterte Bayar Uang Jaminan
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.