Harga Pangan Global Resmi Meledak, Gandum Alami Lonjakan Terparah
📅 Minggu, 06 Sep 2026, 21:42 WIB | Oleh: Deri Henriawan
Doc: AFP/Fethi Beliad
ROMA - Indeks Harga Pangan FAO berada di angka rata-rata 133,3 poin pada Agustus, naik 1,9 persen dari Juli dan 2,5 persen dari setahun sebelumnya, mencapai tingkat tertingginya sejak akhir 2022.
Perihal itu disampaikan oleh Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) pada Jumat (4/9).
Kenaikan ini terjadi secara luas, dengan kelima indeks kelompok komoditas mengalami peningkatan.
Indeks Harga Gula FAO mencatat kenaikan terbesar, yakni melonjak 11,9 persen secara bulanan ke tingkat tertinggi sejak Juni 2025, di tengah kekhawatiran yang meningkat mengenai pasokan gula global untuk periode 2026-2027.
Cuaca panas dan kering di wilayah Uni Eropa serta sebagian wilayah Asia, penurunan produksi gula di Brasil, dan keputusan India untuk mengizinkan impor gula mentah bebas bea turut berkontribusi pada kenaikan tersebut.
Sementara itu, indeks harga sereal FAO naik 2,2 persen pada Agustus ke tingkat tertinggi sejak Mei 2024.
Harga gandum meningkat 2,6 persen, didorong oleh gangguan yang terus berlanjut pada logistik ekspor di kawasan Laut Hitam, penurunan prospek produksi di sebagian wilayah Eropa akibat cuaca panas dan kering, serta pelemahan nilai tukar dollar AS.
Harga jagung naik 2,5 persen di tengah kekhawatiran mengenai hasil panen di sebagian wilayah Amerika Serikat dan Uni Eropa, kuatnya permintaan dari sektor etanol dan pakan ternak, serta gangguan terhadap ekspor Ukraina.
Indeks harga minyak nabati naik 0,6 persen ke level tertingginya sejak Juni 2022, menandai kenaikan bulanan ketiga berturut-turut.
Selain itu, Indeks harga daging meningkat 1,0 persen, didorong oleh kenaikan harga daging unggas, babi, dan domba, sedangkan indeks harga produk susu naik 2,3 persen, yang menjadi kenaikan pertama dalam empat bulan terakhir.
Meskipun terjadi kenaikan pada Agustus, indeks harga pangan FAO tetap 16,8 persen di bawah level tertinggi yang tercatat pada Maret 2022, ungkap FAO. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!