Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bukan Debu Biasa: Mitigasi Kesehatan di Tengah Erupsi Gunung Api

8 Minggu, 06 Sep 2026, 21:27 WIB | Oleh:

Informasi mengenai status gunung api, zona bahaya, dan rekomendasi teknis perlu merujuk pada PVMBG dan MAGMA Indonesia. Informasi mengenai evakuasi mengikuti arahan pemerintah daerah dan badan penanggulangan bencana. Sementara untuk aspek kesehatan, pesan dari dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, dan tenaga kesehatan perlu diselaraskan agar masyarakat tidak menerima instruksi yang berbeda atau bahkan bertentangan.

Pesan yang disampaikan pun harus konkret. Imbauan seperti “hindari abu” terlalu umum untuk membantu orang mengambil keputusan. Masyarakat membutuhkan panduan yang dapat langsung dilakukan: tetap berada di dalam rumah jika kondisi aman, menutup jendela, mengurangi perjalanan, menggunakan pelindung pernapasan ketika harus keluar, mengenakan kacamata, menghindari lensa kontak, tidak menyapu abu dalam keadaan kering, memastikan obat rutin tersedia, serta segera mencari pertolongan jika sesak napas memburuk.

Sejumlah perbaikan perlu diwujudkan dalam prosedur yang jelas.

Pertama, peringatan geologi dari PVMBG dan MAGMA Indonesia perlu memiliki pemicu yang terukur untuk mengaktifkan protokol kesehatan di daerah terdampak.

Kedua, surveilans keluhan pernapasan dan iritasi mata perlu dipadukan dengan data sebaran abu dan kualitas udara.

Ketiga, pelindung pernapasan, kacamata, obat esensial, serta kebutuhan kelompok rentan sebaiknya ditempatkan lebih dekat dengan wilayah berisiko sebelum krisis terjadi.

Keempat, sekolah, fasilitas lansia, tempat pengungsian, dan puskesmas perlu memiliki prosedur khusus menghadapi hujan abu, termasuk perlindungan air bersih, kelanjutan obat penyakit kronis, dan jalur rujukan.

Kelima, data kebencanaan dan data kesehatan perlu masuk dalam satu gambaran operasional bagi pengambil keputusan. Setelah keadaan mereda, evaluasi harus menjadi rutinitas agar pengalaman lapangan mengubah prosedur berikutnya.

Mitigasi kesehatan semestinya bergerak selangkah lebih awal: dari menunggu keluhan muncul menuju mengurangi paparan sebelum orang jatuh sakit. Erupsi memang tidak dapat dijadwalkan oleh manusia. Namun, tingkat paparan, kualitas perlindungan, kecepatan mengenali gejala, dan ketepatan komunikasi masih dapat dipengaruhi oleh keputusan manusia.

Di negeri dengan 127 gunung api aktif, kemampuan membaca status gunung api perlu berjalan beriringan dengan kemampuan membaca sinyal tubuh. Batuk setelah hujan abu, mata yang terus terasa nyeri, mengi pada penderita asma, atau sesak napas yang memburuk tidak semestinya dinormalisasi sebagai “bagian dari bencana”.

Mitigasi kesehatan berarti tetap waspada tanpa panik dan melindungi diri tanpa meremehkan risiko. Sebab, abu yang tampak tipis di halaman tidak selalu berarti risikonya ikut tipis.

*) Dokter Dito Anurogo, M.Sc., Ph.D., alumnus PhD dari IPCTRM Taipei Medical University Taiwan, WWPO Peace Ambassador untuk Indonesia, dokter riset, dosen di UNTS, peneliti, penulis puluhan buku, kolumnis, reviewer jurnal internasional terindeks Scopus Q1, trainer berlisensi BNSP, komunikator sains, founder ILI, pelopor NiBTM.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
Olahraga
Peluang Besar bagi Bezzecch...
Luar Negeri
Anak-anak Paling Rentan, Ka...
Advertisement
Luar Biasa Seru, Persija Tundukkan Persebaya 1-0, Gol Menit 89   

Luar Biasa Seru, Persija Tundukkan Persebaya 1-0, Gol Menit 89  

07 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.