Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mentan Optimistis Ketahanan Pangan Aman Hadapi El Niño

📅 Minggu, 06 Sep 2026, 17:30 WIB | Oleh:
Mentan Optimistis Ketahanan Pangan Aman Hadapi El Niño Doc: Kementan

SUBANG - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, optimistis pangan nasional tetap aman menghadapi El Niño. Optimisme itu disampaikan meski BPS memproyeksikan produksi beras Januari-Oktober 2026 turun tipis 0,08 persen.

Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan produksi beras Januari-Oktober 2026 mencapai 31,41 juta ton. Angka tersebut turun dari sekitar 31,44 juta ton pada periode sama 2025.

Produksi padi dalam bentuk Gabah Kering Giling (GKG) juga diproyeksikan mencapai 54,52 juta ton. Angka tersebut turun 0,08 persen dibandingkan periode Januari-Oktober 2025.

Amran menilai proyeksi penurunan tersebut perlu dilihat secara proporsional terhadap total produksi nasional. Dengan basis produksi sekitar 34,7 juta ton, penurunan 0,08 persen hanya setara sekitar 30 ribu ton.

“0,08 persen itu hanya 30 ribu ton, kecil sekali dibandingkan 34,7 juta ton,” kata Amran.

Ia menyampaikan pernyataan tersebut usai panen padi model PM-AAS di Subang, Jawa Barat, Rabu (2/9) lalu.

Amran mengatakan Indonesia masih berada dalam kondisi surplus pangan. Ia menyebut surplus sekitar empat juta ton tercatat pada tahun lalu dan kembali terjadi pada tahun ini.

Pemerintah tetap mencermati tantangan produksi akibat kondisi iklim ekstrem. Kementerian Pertanian memperkuat berbagai langkah mitigasi untuk menjaga produksi pangan nasional.

“Makanya kami turun, pasang pompa-pompa, kita tidak boleh menyerah,” ujar Amran. Pemerintah memastikan petani mendapat dukungan menghadapi keterbatasan air akibat El Niño.

Kementan memperkuat pompanisasi dan irigasi untuk menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian. Pemerintah juga meningkatkan produktivitas dan mendorong penggunaan benih yang lebih tahan terhadap kekeringan.

Amran mengatakan langkah mitigasi telah disiapkan pemerintah jauh sebelum dampak El Niño terjadi. Strategi tersebut mencakup pompanisasi, penguatan irigasi, peningkatan produktivitas, dan penggunaan benih adaptif.

“Nah sekarang El Niño dampaknya insyaallah kita mitigasi, kenapa? Kita sudah persiapan jauh sebelumnya,” ucap dia.

Pemerintah juga mendorong peningkatan produktivitas melalui penerapan teknologi budidaya. Amran mencontohkan model PM-AAS yang mampu meningkatkan produktivitas padi secara signifikan. Produktivitas yang sebelumnya sekitar lima hingga enam ton ditargetkan meningkat menjadi 10 hingga 11 ton per hektare.

BPS menegaskan produksi Oktober 2026 yang disampaikan masih berupa angka potensi atau proyeksi. Realisasi produksi masih dapat berubah mengikuti kondisi pertanaman dan perkembangan panen hingga Oktober.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Luar Negeri
Burkina Faso-Indonesia Teke...
Advertisement
Kerugian Sangat Besar , Peluang Medali Emas dari Juara Olimpiane Musnah karena Rizki Juniansyah Dilarang Bertanding

Kerugian Sangat Besar , Peluang Medali Emas dari Juara Olimpiane Musnah karena Rizki Juniansyah Dilarang Bertanding

27 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.