Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Erupsi 25 Jam Berakhir! PVMBG: Anak Krakatau Masih Berbahaya, Status Siaga Masih Berlaku

📅 Minggu, 06 Sep 2026, 13:57 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Erupsi 25 Jam Berakhir! PVMBG: Anak Krakatau Masih Berbahaya, Status Siaga Masih Berlaku Doc: esdm.go.id
Ket. Aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda terus dipantau setelah erupsi menerus yang berlangsung selama sekitar 25 jam. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), menyampaikan episode erupsi tersebut telah berakhir, namun tingkat aktivitasnya tetap berada pada level III

JAKARTA - Aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda terus dipantau setelah mengalami episode erupsi menerus yang berlangsung selama sekitar 25 jam. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), menyampaikan bahwa episode erupsi tersebut telah berakhir, namun tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau tetap berada pada Level III (Siaga).

Kepala PVMBG, Siti Sumilah Rita Susilawati, menjelaskan bahwa berdasarkan rekaman instrumental, episode gempa erupsi menerus mulai tercatat sejak Jumat, 4 September 2026 pukul 23.07 WIB dan berhenti pada Minggu, 6 September 2026 pukul 00.04 WIB.

"Berdasarkan rekaman instrumental kami, episode gempa erupsi menerus mulai terekam sejak Jumat, 4 September 2026 pukul 23.07 WIB dan resmi berhenti pada Minggu, 6 September 2026 pukul 00.04 WIB," ujar Siti Sumilah dalam konferensi pers, Minggu (6/9).

Setelah erupsi menerus tersebut berhenti, PVMBG mencatat satu kali erupsi susulan bertipe Strombolian pada pukul 03.53 WIB dengan durasi sekitar 30 detik. Erupsi tersebut untuk sementara diinterpretasikan sebagai penanda akhir dari episode erupsi menerus yang sebelumnya berlangsung.

Selama periode pengamatan 5-6 September 2026, kondisi visual Gunung Anak Krakatau terpantau jelas meskipun sesekali tertutup kabut. Berdasarkan pengamatan CCTV, kolom erupsi berwarna merah terlihat mendominasi pada malam hari, sementara pada siang hari terlihat kepulan berwarna kehitaman membumbung ke udara.

Dari sisi pemantauan instrumental, energi aktivitas vulkanik yang diukur melalui rerata amplitudo RSAM (Real-time Seismic Amplitude Measurement) sempat mengalami peningkatan pada 5 September 2026, namun menunjukkan tren penurunan pada 6 September 2026. Data Tiltmeter Stasiun Tanjung masih menunjukkan kecenderungan inflasi sejak awal Agustus 2026, sedangkan Stasiun Lava93 mencatat pola yang relatif mendatar atau konstan.

Siti Sumilah menyampaikan bahwa meskipun episode erupsi menerus telah berakhir, dinamika vulkanisme Gunung Anak Krakatau masih aktif. Potensi letusan susulan dalam beberapa waktu ke depan masih tergolong tinggi dengan potensi bahaya berupa lontaran batu pijar, hujan abu lebat, serta kemungkinan aliran lava apabila erupsi menerus kembali terjadi.

Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, PVMBG menetapkan tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau tetap pada Level III (Siaga). Masyarakat, wisatawan, maupun pendaki diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas gunung.

PVMBG juga mengimbau masyarakat di pesisir Pantai Banten dan Lampung untuk tetap tenang serta tidak mempercayai informasi hoaks terkait potensi tsunami akibat erupsi. Masyarakat tetap dapat menjalankan aktivitas normal dengan mengikuti arahan dari BPBD setempat dan memantau informasi resmi mengenai perkembangan aktivitas gunung api.

"Tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau akan terus kami evaluasi secara berkala. Selama laporan evaluasi berikutnya belum diterbitkan, status Level III (Siaga) dan seluruh rekomendasinya tetap berlaku," tutup Siti Sumilah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Luar Negeri
Apple, Louis Vuitton, Herme...
Daerah
Kasus Sabu di Karawana, Pol...
Advertisement
Apple, Louis Vuitton, Hermes, dan Rolex Dijarah. Prancis di Ambang Kehancuran?

Apple, Louis Vuitton, Hermes, dan Rolex Dijarah. Prancis di Ambang Kehancuran?

18 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.