Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bapanas Perketat Data Penerima, Bantuan Beras Tak Boleh Salah Sasaran

📅 Minggu, 06 Sep 2026, 22:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bapanas Perketat Data Penerima, Bantuan Beras Tak Boleh Salah Sasaran Doc: ANTARA/ Khalis Surry
Ket. Ilustrasi - Warga mengambil bantuan cadangan pangan pemerintah berupa beras 10 kilogram di Kantor Pos Cabang Utama Banda Aceh.

JAKARTA – Data penerima bantuan pangan beras terus diperbarui agar penyaluran tepat sasaran sekaligus membantu menekan gejolak harga beras nasional.

Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pemerintah terus berkoordinasi dengan Kementerian Sosial dalam memastikan data penerima bantuan pangan beras yang digunakan sesuai dengan kondisi masyarakat yang berhak menerima bantuan.

"Mengenai data penerima yang digunakan dalam program bantuan pangan beras, kami berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan Kementerian Sosial," kata Amran terkonfirmasi di Jakarta, Minggu.

Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang menjadi basis data Penerima Bantuan Pangan (PBP) merupakan pembaruan yang dirilis Badan Pusat Statistik per 10 Juli 2026 dan telah melalui proses penyaringan oleh Kementerian Sosial.

Data tersebut kemudian diterima Bapanas untuk ditetapkan dan disampaikan kepada Perum Bulog sebagai pelaksana penyaluran bantuan pangan beras, sementara koordinasi dengan Kementerian Sosial terus dilakukan untuk memastikan ketepatan sasaran penerima.

"Itu datanya kami terima dari Kemensos. Data kami tanda tangani (lalu) kirim ke Bulog. Jadi yang mengeksekusi (penyaluran bantuan pangan beras) Bulog, tapi nanti kami koordinasi (Kemensos)," jelas Amran.

Adapun pemerintah saat ini melaksanakan program intervensi bantuan pangan beras yang menyasar 33,24 juta penerima bantuan pangan dengan alokasi Juli, Agustus, dan September. Hal itu sebagai upaya menekan harga komoditas beras tetap stabil dan terjaga.

Program bantuan pangan beras menyasar PBP yang termasuk kelompok desil 1 sampai 4. Desil merupakan pengelompokan keluarga berdasarkan posisi relatif tingkat kesejahteraannya. Desil 1 sampai 4 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling rendah.

Bapanas memastikan program bantuan pangan beras tahap kedua tersebut dapat berjalan semakin baik, mulai dari teknis penyaluran ke PBP maupun bukti administrasi.

"Komitmen pemerintah dalam komando Presiden Prabowo Subianto adalah untuk dapat mengantarkan bantuan pangan beras hingga diterima masyarakat sampai di lokasi titik terjauh," ucap Amran.

Bapanas memastikan pula pelaksanaan bantuan pangan beras tahap kedua tidak sampai melewati akhir tahun seperti sebelumnya. Titik pembagian juga dapat dilaksanakan di lokasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), apabila memungkinkan.

"Terkait titik pembagian bantuan pangan beras, apabila terdapat kendala di kantor desa atau kelurahan, Bapanas merekomendasikan dapat pula menggunakan KDKMP sebagai alternatif," beber Amran.

Pemerintah melalui Bapanas resmi menugaskan Perum Bulog untuk penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) untuk bantuan pangan periode Juli, Agustus, dan September 2026 yang akan menyasar 33.244.408 penerima bantuan pangan (PBP).

Program prorakyat bantuan pangan beras tahap kedua itu merupakan salah satu direktif Presiden Prabowo Subianto. Total beras yang akan disalurkan sebanyak 997,2 ribu ton akan digelontorkan kepada 33.244.408 PBP, yang asing-masing 10 kg dengan alokasi tiga bulan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Daerah
Melawan Antroposentrisme, A...

Belarus Anggap BRICS Bukan Tandingan PBB

49 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Belarus Anggap BRICS Bukan ...
Advertisement
Hati-hati! Pengguna iPhone 18, Waspada Kaspersky Deteksi Modus Penipuan Situs Palsu Kuras Rekening

Hati-hati! Pengguna iPhone 18, Waspada Kaspersky Deteksi Modus Penipuan Situs Palsu Kuras Rekening

27 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.