Mentan Amran Optimistis Indonesia Mampu Hadapi El Nino, Stok Beras Tetap Aman.
📅 Minggu, 06 Sep 2026, 23:18 WIB | Oleh: Yebdi TrismarMenteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan produksi dan surplus beras nasional tetap terjaga sehingga pemerintah optimistis mampu menghadapi potensi dampak fenomena El Nino dengan menjaga ketersediaan pangan masyarakat.
"Kami optimistis produksi beras nasional aman meski Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan adanya penurunan produksi beras pada Januari-Oktober 2026," kata Mentan terkonfirmasi di Jakarta, Minggu.
Menurut dia, proyeksi penurunan produksi yang disampaikan BPS perlu dilihat secara proporsional jika dibandingkan total produksi nasional.
BPS memperkirakan produksi beras nasional Januari-Oktober 2026 mencapai 31,41 juta ton, turun 0,08 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai sekitar 31,44 juta ton. Sementara produksi padi dalam bentuk gabah kering giling (GKG) diproyeksikan mencapai 54,52 juta ton, juga turun 0,08 persen.
Mentan menilai angka tersebut perlu dilihat secara proporsional dengan total produksi nasional. Dengan basis produksi sekitar 34,7 juta ton, penurunan 0,08 persen hanya setara sekitar 30 ribu ton.
“(Penurunan) 0,08 persen coba dikali 34,7 juta ton produksi beras nasional. 0,08 persen itu hanya 30 ribu ton, kecil sekali (dibandingkan 34,7 juta ton),” jelas Mentan.
Amran optimistis kondisi produksi nasional juga masih berada dalam situasi yang kuat karena Indonesia mencatat surplus pangan. Ia menyebut Indonesia mencatat surplus sekitar 4 juta ton pada tahun lalu dan kembali berada dalam kondisi surplus pada tahun ini.
“Tahun lalu surplus 4 juta ton, tahun ini juga kan? 30 ribu ton hilang (susut produksi). Sementara kita 4 juta ton dua kali surplus bagaimana?," tuturnya.
Ia menegaskan pemerintah tetap mencermati perkembangan produksi dan tidak menganggap ringan tantangan yang dihadapi petani. Terlebih, kondisi iklim saat ini memberikan tekanan terhadap sektor pertanian.
Namun, berbagai langkah mitigasi telah disiapkan pemerintah untuk menjaga produksi tetap aman.
Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat pompanisasi dan irigasi, meningkatkan produktivitas, serta mendorong penggunaan benih yang lebih tahan terhadap kekeringan.
“Dan wajar (terjadi penurunan), karena ada kondisi iklim, tetapi dengan penurunan itu luar biasa kan ini iklim ekstrem El Nino Godzilla. Makanya kami turun, pasang pompa-pompa, kita tidak boleh menyerah,” tegas Mentan.
Dia mengatakan pemerintah telah melakukan persiapan jauh sebelumnya untuk mengantisipasi dampak El Nino. Selain memastikan ketersediaan air melalui pompanisasi dan irigasi, pemerintah juga mendorong peningkatan produktivitas melalui teknologi budidaya.
“Nah sekarang El Nino dampaknya insya Allah kita mitigasi, kenapa? Kita sudah persiapan jauh sebelumnya. Satu pompanisasi, dua irigasi, tiga kita tingkatkan produksi dua kali lipat nih seperti ini (PM AAS/metode tanam baru), dari 5 ton (produksi padi per hektare) jadi 10 ton, 6 ton menjadi 11 ton. Kemudian ada benih yang tahan kekeringan,” jelasnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!