Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Waspada Abu Vulkanik! Dinkes Tangerang Ungkap Risiko bagi Pernapasan, Mata dan Kulit.

📅 Minggu, 06 Sep 2026, 10:04 WIB | Oleh:
Waspada Abu Vulkanik! Dinkes Tangerang Ungkap Risiko bagi Pernapasan, Mata dan Kulit. Doc: Antara Foto
Ket. Warga menunjukkan abu vulkanik di Pasauran, Kabupaten Serang, Banten, Sabtu (5/9/2026). Berdasarkan keterangan Pos Pemantau Gunung Anak Krakatau embusan angin yang mengarah ke timur membawa material abu vulkanik tersebut hingga melanda daratan pesisir Banten di Kabupaten Serang, Pandeglang, dan Kota Cilegon.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang, Banten mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk mewaspadai paparan abu vulkanik, karena dapat mempengaruhi sistem pernapasan dan menyebabkan iritasi mata serta kulit.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Dini Anggareni dalam keterangan yang diterima di Tangerang, Minggu, mengatakan imbauan ini terkait meluasnya sebaran abu vulkanik akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).

Dini mengatakan partikel abu vulkanik yang terhirup berpotensi menimbulkan keluhan, seperti batuk, tenggorokan terasa tidak nyaman, hidung berair, hingga sesak napas pada kondisi tertentu. Selain gangguan pernapasan, paparan abu vulkanik juga dapat menyebabkan iritasi pada mata dan kulit.

"Masyarakat perlu memperhatikan kondisi lingkungan dan menghindari paparan abu secara langsung, terutama ketika kualitas udara di sekitar tempat tinggal mengalami penurunan,” katanya.

Dinkes mengingatkan kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi, terutama anak - anak, lansia serta masyarakat yang memiliki riwayat gangguan pernapasan perlu lebih memperhatikan kondisi kesehatan selama terjadi paparan abu vulkanik.

"Warga yang mengalami keluhan pada saluran pernapasan setelah terpapar abu diimbau segera melakukan penanganan dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila keluhan berlanjut," ujarnya.

Dinkes Kota Tangerang juga memastikan fasilitas pelayanan kesehatan tetap dapat dimanfaatkan masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan. Warga yang mengalami gangguan kesehatan dapat mendatangi fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan sesuai kondisi.

”Pemkot Tangerang mengajak masyarakat bersama-sama meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak abu vulkanik. Dengan mengenali gejala dan segera mendapatkan pertolongan ketika mengalami gangguan kesehatan, masyarakat dapat mengurangi risiko dampak paparan abu vulkanik terhadap kesehatan,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Pelaksan BPBD Kota Tangerang Mahdiar mengatakan sebagian besar sejumlah wilayah setempat terdampak sebaran abu vulkanik akibat erupsi menerus Gunung Anak Krakatau (GAK).

Berdasarkan informasi PVMBG dan VAAC Darwin serta analisis citra RGB Himawari-9 pada 5 September 2026 pukul 21.00 WIB yang diterima BPBD Kota Tangerang, teridentifikasi dua klaster sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Sebaran dari permukaan hingga ketinggian 20.000ft teramati ke arah tenggara-selatan, mencakup sebagian Banten dan Jawa Barat, serta perairan sekitarnya

Sebaran dari permukaan hingga ketinggian 50.000ft teramati ke arah barat daya-barat laut, mencakup sebagian Banten, Lampung, Bengkulu, Sumatera Barat, Selat Sunda bag. Selatan, serta Samudera Hindia di sebelah barat Lampung dan Banten.

Kepala Pos Pemantau Gunung Api (PGA) Anak Krakatau, Deni Mardiono mengatakan hujan abu vulkanik dengan intensitas tipis imbas erupsi Gunung Anak Krakatau mulai melanda daratan pesisir Banten. Sebaran material vulkanik tersebut terbawa oleh embusan angin yang bergerak mengarah ke wilayah timur atau pesisir Banten.

"Gunung Anak Krakatau hingga saat ini masih berada pada Level III atau Siaga. Masyarakat atau wisatawan tidak boleh mendekat dalam radius bahaya tiga kilometer dari kawah," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Advertisement
WHO Pilih Dirjen Baru, Menkes RI Budi Sadikin dan 5 Kandidat Lain Siap Bersaing

WHO Pilih Dirjen Baru, Menkes RI Budi Sadikin dan 5 Kandidat Lain Siap Bersaing

26 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.