Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mentan Amran Ungkap Hasil Uji Beras Fortifikasi: Mayoritas Sampel Tak Sesuai Ketentuan.

📅 Minggu, 06 Sep 2026, 23:23 WIB | Oleh:
Mentan Amran Ungkap Hasil Uji Beras Fortifikasi: Mayoritas Sampel Tak Sesuai Ketentuan. Doc: Antara Foto
Ket. Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkap hasil pemeriksaan laboratorium terhadap beras fortifikasi yang menunjukkan mayoritas sampel tidak sesuai ketentuan, sehingga berpotensi merugikan masyarakat sebagai konsumen.

"Ada ketidaksesuaian pada mayoritas merek beras fortifikasi yang diperiksa melalui uji laboratorium," kata Mentan terkonfirmasi di Jakarta, Minggu.

Dari sampel yang diuji, sekitar 90 persen ditemukan bermasalah. Menurut Mentan, kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena beras yang seharusnya memberikan tambahan nilai gizi justru berpotensi membebani konsumen melalui harga yang lebih tinggi.

Amran mengatakan pemerintah masih melakukan pendalaman terhadap temuan tersebut. Namun, hasil uji laboratorium menunjukkan adanya persoalan serius pada produk yang dipasarkan dengan klaim fortifikasi.

“Masalahnya adalah sementara kita selidiki, tapi sesuai hasil lab, 90 persen yang kita cek fortifikasi melanggar. Bayangkan itu disampaikan bahwa fortifikasi, ini katanya beras bervitamin, ternyata tidak ada,” tutur Amran.

Menurut dia persoalan tersebut tidak berhenti pada ketidaksesuaian kandungan produk. Perbedaan harga yang tinggi antara beras fortifikasi dan beras biasa juga berpotensi memberikan beban tambahan kepada masyarakat.

“Yang berbeda pasaran kemarin, kita sementara cek. Tetapi, itu sangat merugikan rakyat karena mendongkrak naik harga. Bayangkan per kilo selisih 22 ribu. Selisih 20 ribu ini bukan harga keuntungan, tapi penipuan,” beber Amran.

Mentan menilai apabila produk dengan klaim fortifikasi dijual jauh lebih mahal tetapi kandungan yang dijanjikan tidak sesuai, kondisi tersebut dapat menjadi persoalan serius bagi konsumen sekaligus berpotensi memberikan tekanan terhadap harga pangan.

“Ini jadi penyumbang inflasi. Sangat merugikan rakyat karena mendongkrak naik harga,” ujar Amran.

Mentan menegaskan pemerintah akan terus mendalami temuan tersebut untuk memastikan apakah produk yang beredar telah memenuhi ketentuan, baik dari sisi kandungan fortifikasi maupun informasi yang disampaikan kepada konsumen.

Menurut dia, pengawasan menjadi penting karena beras merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat. Produk yang mencantumkan klaim tambahan zat gizi harus dapat memberikan manfaat sesuai dengan klaim dan ketentuan yang berlaku.

Di sisi lain, Koalisi Fortifikasi Indonesia (KFI) menilai fortifikasi beras memiliki peran strategis dalam membantu pemenuhan kebutuhan zat gizi mikro masyarakat. Karena itu, penerapan fortifikasi perlu dilakukan secara benar, konsisten, dan memenuhi standar yang telah ditetapkan.

Pengawasan diperlukan untuk memastikan produk yang benar-benar menjalankan fortifikasi sesuai standar tetap memperoleh ruang berkembang, sementara konsumen terlindungi dari produk yang tidak sesuai.

Bagi Kementan, penegakan standar dan pengawasan terhadap beras fortifikasi merupakan bagian dari upaya menjaga kualitas pangan sekaligus melindungi daya beli masyarakat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Boleh Juga Jalan-jalan ke K...
Daerah
Skabies Menyerang Warga Bin...
Daerah
Antisipasi Banjir, Pemkot D...
Daerah
Gempa Bumi M6.1 Guncang Sum...
Advertisement
Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Telah Terjual Lebih dari 55 Ribu Kursi

Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Telah Terjual Lebih dari 55 Ribu Kursi

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.