Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tak Cukup Jago di Pasar Lokal, Koperasi Didorong Kejar Sertifikasi Ekspor

📅 Minggu, 06 Sep 2026, 22:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tak Cukup Jago di Pasar Lokal, Koperasi Didorong Kejar Sertifikasi Ekspor Doc: ANTARA/HO-Kemenkop.
Ket. Wamenkop Farida Farichah mengunjungi salah satu stan koperasi binaan Kemenkop dalam China-Indonesia International E-Commerce Industry Expo 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (4/9/2026).

JAKARTA – Sertifikasi koperasi menjadi salah satu langkah untuk mendorong tata kelola yang lebih profesional sekaligus meningkatkan kepercayaan anggota dan masyarakat.

Melalui proses sertifikasi, koperasi diharapkan mampu memenuhi standar pengelolaan yang lebih baik, memperkuat akuntabilitas, serta meningkatkan daya saing di tengah tuntutan dunia usaha yang semakin kompetitif.

Kementerian Koperasi (Kemenkop) mendorong koperasi yang memiliki produk berkualitas untuk memenuhi standar mutu dan sertifikasi internasional agar dapat memperluas pasar hingga menembus ekspor.

Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah mengatakan pemenuhan standar dan sertifikasi menjadi salah satu hal yang perlu dipersiapkan koperasi untuk dapat memasuki pasar global.

"Kami dorong koperasi-koperasi yang memang memiliki produk kualitasnya sudah oke, tinggal memenuhi prasyarat sertifikasi-sertifikasi yang kemudian dilayani dan didampingi oleh Kementerian Koperasi agar memenuhi standar tersebut," ujar Farida dikutip dari keterangan pers di Jakarta, Minggu (6/9).

Kementerian Koperasi mencatat terdapat 222.462 koperasi di Indonesia, termasuk 30.817 koperasi produsen.

Menurut Farida, hasil pendataan dan pendampingan koperasi di berbagai daerah menunjukkan masih terdapat sejumlah tantangan untuk meningkatkan kapasitas usaha koperasi, termasuk kualitas sumber daya manusia (SDM), pembiayaan dan akses pasar.

Ia menyampaikan untuk memperluas akses pasar, Kemenkop menghadirkan sejumlah koperasi binaan dalam pameran internasional China-Indonesia International E-Commerce Industry Expo 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, 3–5 September.

Ajang tersebut, menurutnya, menjadi kesempatan bagi koperasi untuk memperkenalkan produk sekaligus membangun jejaring dengan calon konsumen dan pelaku usaha lainnya.

Farida berharap koperasi yang produknya telah memenuhi standar dapat memanfaatkan akses promosi dan jejaring internasional untuk memperluas pasar keluar negeri.

Sementara koperasi yang belum siap ekspor, lanjut dia, dapat menjadikan pameran internasional sebagai sarana pembelajaran dan mempersiapkan kapasitas usahanya.

Ia juga mendorong koperasi yang telah berhasil menjadi eksportir untuk membantu membuka akses bagi koperasi lain yang baru akan memasuki pasar global.

"Kalau mereka sudah masuk ke pasar global, sudah bisa menjadi eksportir agar bisa menarik teman koperasinya yang lain. Sehingga ada kooperatif antara koperasi yang sudah ekspor dengan koperasi-koperasi yang baru mau masuk ke pasar global," katanya.

Ia mengatakan Kemenkop terus mendorong penguatan kapasitas koperasi melalui pendampingan, akses pembiayaan, pemenuhan sertifikasi, serta pembukaan jejaring pasar internasional agar semakin banyak koperasi yang mampu meningkatkan daya saing produknya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Daerah
Melawan Antroposentrisme, A...

Belarus Anggap BRICS Bukan Tandingan PBB

51 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Belarus Anggap BRICS Bukan ...
Advertisement
Hati-hati! Pengguna iPhone 18, Waspada Kaspersky Deteksi Modus Penipuan Situs Palsu Kuras Rekening

Hati-hati! Pengguna iPhone 18, Waspada Kaspersky Deteksi Modus Penipuan Situs Palsu Kuras Rekening

27 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.