Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ancaman Penyakit Mengintai di Musim Kemarau, Barantin Minta Peternak Siaga

📅 Minggu, 06 Sep 2026, 22:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ancaman Penyakit Mengintai di Musim Kemarau, Barantin Minta Peternak Siaga Doc: ANTARA/ Pradita Kurniawan Syah.
Ket. Aktivitas perawatan kandang dan ternak sapi oleh Kelompok Ternak BUMDes Cikahuripan di Desa Kertarahayu Kecamatan Setu Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (6/9/2026).

BEKASI – Ancaman penyakit hewan menjadi perhatian penting karena dapat mengganggu kesehatan ternak, menekan produktivitas, hingga menimbulkan kerugian ekonomi bagi peternak.

Karena itu, penguatan pencegahan, pengawasan, dan penanganan sejak dini menjadi kunci untuk menjaga kesehatan hewan sekaligus melindungi keberlanjutan sektor peternakan.

Badan Karantina Indonesia (Barantin) meminta para peternak untuk

meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman penyakit hewan di tengah cuaca ekstrem dan musim kemarau panjang yang dipicu perubahan iklim.

Deputi Bidang Karantina Hewan Barantin Sriyanto menjelaskan perubahan cuaca yang drastis dapat memicu virus atau bakteri yang sebelumnya tidak berbahaya menjadi lebih aktif dan mudah menular.

"Karena dengan perubahan iklim, mungkin ada beberapa jenis virus bakteri yang selama ini tidak begitu aktif, begitu ada perubahan iklim, bisa lebih patogen dan sebagainya," ujarnya di Balai Uji Terap Teknik dan Metode Karantina Hewan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (6/9).

Barantin dalam upaya pengawasan membagi ancaman penyakit hewan ke dalam tiga kelompok utama. Pertama, Penyakit Lintas Negara atau 'Transboundary Animal Diseases' yakni penyakit yang sangat cepat menular dan dapat berpindah antarnegara dalam waktu singkat.

"Contohnya adalah flu burung, Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi dan kambing serta African Swine Fever (ASF) pada babi," katanya.

Kemudian penyakit baru atau emerging disease yaitu penyakit yang sebelumnya tidak pernah ditemukan atau belum pernah menjadi masalah, tetapi kemudian muncul akibat perubahan lingkungan dan cuaca.

Ketiga, penyakit lama yang muncul kembali atau re-emerging disease yakni penyakit yang sebelumnya pernah ditemukan dan berhasil dikendalikan, tetapi kembali mewabah. Salah satu contohnya adalah 'Newcastle Disease' atau tetelo pada ayam.

"Bisa jadi karena ada perubahan genetik dan sebagainya. Yang sebelumnya mungkin tidak menjadi masalah, muncul kembali," katanya.

Sriyanto melanjutkan berdasarkan data kesehatan hewan dunia, kasus penyakit ternak di berbagai negara masih tergolong tinggi dalam lima tahun terakhir. Kondisi melemah hewan akibat cuaca panas dan kekeringan dapat mempercepat penularan penyakit apabila tidak dicegah sejak dini.

Barantin memastikan terus memperketat pemeriksaan di pelabuhan dan bandara maupun titik-titik wilayah perbatasan untuk mencegah masuknya penyakit hewan dari luar negeri ke Indonesia.

"Begitu ada informasi ada wabah di suatu negara, kita harus mulai mengantisipasi. Jangan sampai wabah penyakit di negara itu masuk ke negara kita," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gunung Anak Krakatau Terus Erupsi, Jakarta Kena Sebaran Abu Vulkanik
    Sangat mungkin terjadi erupsi yg lebih besar, kemarin ...
  • Ditentang AS, PBB Adopsi Resolusi 'Koreksi Peta Dunia', Benua Afrika Ternyata 14 Kali Lebih Besar!
    Indonesia lebih besar dari Eropa. Jarak antara Sabang ...
  • Sapi Aceh Dibawa ke Pulau Terluar, Aceh Besar Bidik Ketahanan Pangan
    Kenapa harus ke pulau aceh pengembangan plasma nutfah ...
  • Aturan Insentif Motor Listrik Masih Digodok, Pemerintah Siapkan Rancangan Perpres
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai urgensi payung hukum ...
  • Magang Nasional 2026 Tahap II Dibuka, Anak Muda Berebut Kesempatan Masuk Industri
    Kesenjangan kompetensi yang menjadi latar belakang program Magang ...
Advertisement
Shin Tae-yong Jumawa Persija Hanya Pakai Kekuatan 50% saat Kalahkan Borneo, Awas Kesandung Coach!

Shin Tae-yong Jumawa Persija Hanya Pakai Kekuatan 50% saat Kalahkan Borneo, Awas Kesandung Coach!

06 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.