Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gawat! Debit Sungai Mahakam Surut Akibat El Nino, Distribusi BBM ke Mahakam Ulu Terhambat

📅 Sabtu, 05 Sep 2026, 09:30 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Gawat! Debit Sungai Mahakam Surut Akibat El Nino, Distribusi BBM ke Mahakam Ulu Terhambat Doc: istimewa
Ket. Musim kemarau panjang yang dipicu fenomena El Nino mulai berdampak terhadap kondisi Sungai Mahakam

JAKARTA– Musim kemarau panjang yang dipicu fenomena El Nino mulai berdampak terhadap kondisi Sungai Mahakam. Penurunan debit air sungai terbesar di Kalimantan Timur tersebut tidak hanya memengaruhi kondisi sumber daya air, tetapi juga menghambat transportasi sungai yang selama ini menjadi jalur penting mobilitas masyarakat dan distribusi kebutuhan pokok.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memantau kondisi Sungai Mahakam, khususnya untuk mengantisipasi dampak penurunan debit terhadap ketersediaan air baku dan aktivitas masyarakat yang bergantung pada transportasi air.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, pemantauan dilakukan secara intensif oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) IV Samarinda sebagai bagian dari langkah mitigasi menghadapi kondisi kemarau.

“Kami instruksikan Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk terus memantau kondisi Sungai Mahakam. Hal ini sebagai langkah mitigasi dampak kemarau,” kata Menteri Dody di Jakarta, Jumat (4/9).

Secara umum, Kalimantan Timur memiliki curah hujan tahunan yang cukup tinggi, yakni berkisar 3.600–3.700 milimeter. Namun, memasuki puncak musim kemarau Juli-Agustus 2026 terjadi penurunan curah hujan yang cukup signifikan. Pada Juli 2026, curah hujan tercatat hanya sekitar 289 milimeter. Angka tersebut kemudian turun drastis menjadi 25 milimeter pada Agustus 2026. 

Minimnya hujan turut menyebabkan debit Sungai Mahakam mengalami penurunan, terutama di wilayah hulu. Sementara di bagian hilir, debit sungai juga mengalami penurunan, namun fluktuasinya relatif lebih stabil. Kondisi tersebut dipengaruhi efek damping atau peredaman, baseflow dari anak-anak Sungai Mahakam yang berasal dari sejumlah kabupaten lain, serta pengaruh pasang surut.

Sementara itu, Kepala BWS IV Samarinda, Andri Rachmanto Wibowo menyampaikan bahwa penurunan muka air Sungai Mahakam berdampak langsung terhadap transportasi air yang selama ini digunakan untuk mengangkut penumpang, bahan pangan dan bahan bakar minyak (BBM). 

“Dengan kondisi muka air sungai saat ini, transportasi air hanya dapat melayani hingga Kecamatan Tering, Kabupaten Kutai Barat,” ujarnya.

Menurutnya, hal ini menyebabkan pendistribusian bahan pangan dan BBM menuju Kabupaten Mahakam Ulu mengalami kendala. Jalur darat menjadi satu-satunya akses distribusi yang dapat digunakan, dengan waktu tempuh mencapai sekitar 2 x 24 jam. Terbatasnya akses distribusi juga berdampak pada ketersediaan BBM dan kenaikan harga kebutuhan pokok masyarakat.

Menghadapi kondisi tersebut, Kementerian PU melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan debit dan muka air Sungai Mahakam. Pemantauan juga dilakukan dengan berkoordinasi bersama pemerintah daerah setempat guna meminimalisir dampak yang dirasakan masyarakat akibat terbatasnya akses transportasi dan distribusi. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Advertisement
Kabar Duka, Guruh Soekarnoputra Wafat di Usia 73 Tahun

Kabar Duka, Guruh Soekarnoputra Wafat di Usia 73 Tahun

26 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.