8 Hektare Lahan Hangus Sekejap, Damkar Rejang Lebong Siaga Satu Waspada Karhutla
📅 Minggu, 06 Sep 2026, 21:50 WIB | Oleh: AlfredREJANG LEBONG - Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, meningkatkan status kewaspadaan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring tingginya frekuensi kebakaran selama musim kemarau, Minggu (6/9).
Kepala Damkar Rejang Lebong Andi Ferdian saat dihubungi di Rejang Lebong, Minggu, mengatakan peningkatan kewaspadaan dilakukan menyusul maraknya kejadian karhutla akibat pengaruh musim kemarau.
"Di tengah cuaca yang panas dan kondisi lahan yang mudah terbakar, api kecil dapat dengan cepat berubah menjadi kebakaran besar dan mengancam lingkungan, permukiman, maupun keselamatan masyarakat," kata Andi.
Dia menjelaskan, kasus karhutla yang terjadi sejauh ini utamanya melahap lahan kosong bersemak belukar dan perkebunan milik warga, sedangkan kejadian di kawasan hutan belum ada.
Berdasarkan data Damkar Rejang Lebong pada Sabtu (5/9), tercatat empat lokasi kebakaran lahan dengan total luasan mencapai 8 hektare. Rincian lokasi kebakaran tersebut meliputi, di Dusun Talang Gambir, Desa Sukarami, Kecamatan Bermani Ulu berupa lahan kosong tempat pembuangan sampah 1 hektare.
Kemudian di Desa Tanjung Beringin, Kecamatan Curup Utara: perkebunan alpukat seluas 5 hektare. Selanjutnya, di Dusun Talang Gambir, Desa Sukarami, Kecamatan Bermani Ulu, berupa perkebunan kopi seluas 2 hektare. Serta kebakaran lahan kosong seluas 1 hektare di Kecamatan Padang Ulak Tanding.
Menurut dia, seluruh titik api tersebut berhasil dipadamkan berkat penanganan bersama personel Damkar, TNI, Polri, BPBD, dan masyarakat setempat.
Sebagai langkah antisipasi, pihaknya telah menyiagakan 118 personel di markas komando (Mako) pusat maupun pos sektor kecamatan. Selain personel, sembilan unit armada mobil pemadam disiagakan dalam kondisi siap pakai beserta peralatan pendukung seperti pompa portabel, selang, dan pasokan air.
Dia mengimbau masyarakat Rejang Lebong untuk tidak membakar sampah sembarangan, tidak meninggalkan api tanpa pengawasan, tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar, serta memastikan bara api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!