Trump Kirim 2 Utusan ke Rusia dan Ukraina, Bawa Proposal untuk Akhiri Perang
📅 Sabtu, 05 Sep 2026, 13:47 WIB | Oleh: Tim PenulisWashington - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Jumat (4/9), mengatakan dirinya mengirim utusan Steve Witkoff dan Jared Kushner ke Moskow dan Kyiv dengan membawa rencana untuk mengakhiri perang di Ukraina yang telah berlangsung lebih dari empat tahun.
Langkah tersebut menjadi upaya terbaru Washington untuk memecahkan kebuntuan diplomatik dalam konflik paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia II yang bermula dari invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina pada 2022.
Seorang pejabat senior Ukraina mengatakan kepada AFP bahwa kedua utusan tersebut dijadwalkan tiba di Kyiv pada Minggu (6/9).
Media AS Axios melaporkan Witkoff dan Kushner akan bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow pada Sabtu, kemudian menemui Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Kyiv pada Minggu. Kremlin menolak berkomentar mengenai rencana tersebut.
Trump mengatakan kedua negosiator akan berusaha mengetahui apakah terdapat peluang untuk mencapai kemajuan menuju perdamaian.
Sebaiknya Anda baca juga:
Upaya perdamaian sebelumnya mengalami kebuntuan di tengah perang AS dengan Iran. Sementara itu, Rusia dan Ukraina terus meningkatkan serangan jarak jauh yang menyebabkan jumlah korban sipil melonjak ke tingkat tertinggi sejak awal perang.
“Saya mengirim Steve Witkoff dan Jared Kushner, dua negosiator hebat. Mereka telah melakukan pekerjaan luar biasa, dan kami mengirim mereka untuk melihat apakah kami bisa mencapai sesuatu. Ada kemungkinan besar kami akan berhasil,” kata Trump kepada wartawan.
“Mereka membawa proposal untuk mengakhiri perang,” ujarnya.
Trump tidak menjelaskan apakah proposal tersebut mencakup kemungkinan Ukraina menyerahkan wilayah seperti yang pernah dia usulkan sebelumnya. Namun, dia menegaskan, “Kami punya gagasan untuk perdamaian.”
Kunjungan tersebut akan menjadi yang pertama bagi Witkoff, seorang pengusaha yang dikenal dekat dengan Trump, dan Kushner, menantu Trump, ke Kyiv yang dilanda perang sejak Trump kembali menjabat sebagai presiden tahun lalu dengan janji menyelesaikan konflik tersebut.
Witkoff dan Kushner, yang sebelumnya terlibat dalam perundingan gencatan senjata di Gaza dan Iran, telah beberapa kali melakukan perjalanan ke Moskow dalam upaya diplomasi sebelumnya.
Upaya diplomasi terbaru itu dilakukan ketika Rusia dan Ukraina terus saling menggempur dengan serangan rudal dan drone jarak jauh.
Beberapa jam sebelum pengumuman Trump, sebuah drone Rusia menghantam markas dinas keamanan Ukraina, SBU, di pusat Kyiv, menurut Zelensky.
Zelensky mengatakan serangan tersebut menargetkan kantor kepala sementara badan tersebut dan menjadi serangan pertama terhadap markas SBU sejak invasi Rusia dimulai.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!