Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Demam Bukan Selalu Flu! Kenali Gejala Awal DBD Sebelum Terlambat

📅 Sabtu, 05 Sep 2026, 14:19 WIB | Oleh:
Demam Bukan Selalu Flu! Kenali Gejala Awal DBD Sebelum Terlambat Doc: Antara foto
Ket. Aktivitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Sukamerindu Kota Bengkulu, Jumat (4/9).

JAKARTA - Dokter sekaligus kreator konten kesehatan Gia Pratama Putra mengingatkan pentingnya mewaspadai gejala awal demam berdarah dengue dalam upaya untuk mencegah serangan penyakit memburuk secara cepat.

Gejala awal penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dengue itu seringkali mirip dengan gejala flu biasa, sehingga kadangkala tidak dianggap sebagai masalah kesehatan serius.

"Pada fase awal, DBD dapat sulit dibedakan dari penyakit demam lainnya," kata dr. Gia sebagaimana dikutip dalam siaran pers Takeda pada Sabtu.

Demam berdarah dengue atau DBD gejalanya antara lain demam tinggi; badan menggigil dan lemas; nyeri kepala, sendi, dan otot; mual dan muntah; serta mengalami tanda perdarahan seperti mimisan, gusi berdarah, muncul bintik-bintik merah atau ruam pada kulit.

Menurut informasi yang disiarkan di laman resmi Siloam Hospitals, orang yang terserang DBD selama fase demam bisa mengalami demam tinggi mendadak selama dua sampai tujuh hari. Pada fase ini suhu tubuh bisa mendekati 40 derajat Celsius.

Setelah mengalami fase demam, fase kritis yang ditandai dengan penurunan suhu tubuh menjadi sekitar 37,5–38 derajat Celsius atau lebih rendah dapat terjadi pada hari ketiga sampai ketujuh.

Fase kritis seringkali didahului dengan penurunan trombosit secara cepat. Kalau tidak segera ditangani secara tepat, fase kritis dapat berkembang menjadi syok, gangguan organ, atau perdarahan berat.

"Yang membuat dengue berbahaya adalah ketika keluarga merasa demamnya sudah membaik, padahal justru pada fase tertentu kondisi pasien bisa memburuk cepat," kata dr. Gia.

Ia menyampaikan perlunya keluarga memantau anggota keluarga yang demam dan menunjukkan tanda-tanda serangan DBD agar bisa segera meminta pertolongan medis bila mendapati tanda bahaya seperti nyeri perut hebat, muntah terus-menerus, perdarahan, tubuh lemas, atau penurunan kesadaran.

"Penanganan yang cepat dan tepat sangat penting untuk mencegah kondisi berkembang menjadi lebih berat," katanya.

Berdasarkan pengalamannya bekerja di fasilitas kesehatan, dr. Gia mengemukakan bahwa persoalan dalam penanganan pasien DBD seringkali berkaitan dengan kemampuan mengenali tanda bahaya dan penerapan tata laksana yang tepat.

Ia juga menekankan pentingnya pelaksanaan upaya-upaya pencegahan penyakit DBD, yang menular melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.

Pemberantasan sarang nyamuk melalui penerapan 3M Plus dinilai efektif untuk mencegah penularan DBD.

Gerakan 3M Plus meliputi kegiatan menguras penampungan air, menutup penampungan air, mendaur ulang berbagai barang yang bisa menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk pembawa virus dengue, menggunakan obat anti-nyamuk, dan bergotong-royong membersihkan lingkungan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ditentang AS, PBB Adopsi Resolusi 'Koreksi Peta Dunia', Benua Afrika Ternyata 14 Kali Lebih Besar!
    Indonesia lebih besar dari Eropa. Jarak antara Sabang ...
  • Sapi Aceh Dibawa ke Pulau Terluar, Aceh Besar Bidik Ketahanan Pangan
    Kenapa harus ke pulau aceh pengembangan plasma nutfah ...
  • Aturan Insentif Motor Listrik Masih Digodok, Pemerintah Siapkan Rancangan Perpres
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai urgensi payung hukum ...
  • Magang Nasional 2026 Tahap II Dibuka, Anak Muda Berebut Kesempatan Masuk Industri
    Kesenjangan kompetensi yang menjadi latar belakang program Magang ...
  • Diserbu Produk China Murah! Industri Plastik RI Nyaris Tumbang dari Hulu ke Hilir
    Artikel ini memberikan pencerahan yang sangat berimbang dan ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Advertisement
Kemenhub : Penyesuaian Fuel Surcharge Bukan Kenaikan Tarif Dasar Tiket Pesawat

Kemenhub : Penyesuaian Fuel Surcharge Bukan Kenaikan Tarif Dasar Tiket Pesawat

05 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.