Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Baku Tembak Dua Badan Intelijen Ukraina: Tiga Luka, Zelenskyy Murka

📅 Kamis, 03 Sep 2026, 10:56 WIB | Oleh:
Baku Tembak Dua Badan Intelijen Ukraina: Tiga Luka, Zelenskyy Murka Doc: Istimewa
Ket. SBU menyatakan operasi tersebut berkaitan dengan dugaan rencana dinas intelejen FSB Russia melakukan serangan terhadap seorang tokoh oposisi Russia di Ukraina. Sementara sumber HUR menyebut personelnya berada di lokasi untuk menangani kasus Kaplunov.

KYIV — Dua badan intelijen Ukraina, Dinas Keamanan Ukraina (SBU) dan Direktorat Intelijen Militer (HUR), terlibat baku tembak di Kyiv pada hari Rabu (2/9). Setidaknya tiga personel HUR dilaporkan terluka dalam insiden tersebut.

Menurut The Guardian, bentrokan terjadi ketika SBU melakukan operasi terhadap Stepan Kaplunov, wakil komandan Korps Sukarelawan Rusia (RVC), sebuah unit di bawah struktur HUR. SBU dilaporkan membawa Kaplunov kembali ke apartemennya untuk menjalani penggeledahan.

Personel HUR yang berada di lokasi kemudian mencoba mencegah proses tersebut. Terjadi perdebatan sebelum tembakan dilepaskan. Hingga saat ini, kedua belah pihak memberikan versi yang berbeda tentang siapa yang melepaskan tembakan pertama.

SBU menyatakan bahwa operasi tersebut terkait dengan dugaan rencana oleh dinas intelijen FSB Rusia untuk menyerang seorang pemimpin oposisi Rusia di Ukraina. Sementara itu, sumber HUR mengatakan bahwa personel mereka berada di lokasi untuk menangani kasus Kaplunov.

Insiden ini juga menunjukkan ketegangan antara dua badan keamanan yang memiliki wewenang berbeda tetapi sama-sama berperan dalam perang melawan Rusia. Financial Times melaporkan bahwa persaingan antar lembaga telah terjadi dalam sejumlah operasi keamanan dan intelijen Ukraina.

Presiden Volodymyr Zelenskyy mengutuk bentrokan tersebut dan memerintahkan penyelidikan. Ia menegaskan bahwa persenjataan aparat Ukraina harus digunakan untuk menghadapi pasukan Rusia.

Investigasi dilakukan oleh Biro Investigasi Negara (SBI). Hingga Kamis (3/9), belum ada kesimpulan resmi mengenai siapa yang melepaskan tembakan pertama atau apakah insiden tersebut terkait dengan perselisihan kewenangan yang lebih luas antara SBI dan HUR.

Bentrokan terjadi ketika Kyiv juga menghadapi serangkaian serangan pesawat tak berawak Rusia. Menurut Reuters, serangan Rusia pada 2 September melukai sedikitnya 11 orang dan merusak sejumlah bangunan di ibu kota Ukraina. Jika Anda mau, saya juga bisa membuat versi yang lebih "seperti surat kabar" sekitar 400-500 kata dengan pendahuluan yang lebih kuat tetapi tetap faktual.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Daerah
Kualitas Udara Pontianak Ca...
Nasional
Perkuat Peran Posyandu untu...

AS Undang Putin Hadiri KTT G20 di Klub Golf Trump

42 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
AS Undang Putin Hadiri KTT ...
Olahraga
Thailand Berambisi Besar Ju...
Advertisement
Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.