Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Di World Encounter Summit 2026, Para Tokoh Dunia Bahas Dampak Teknologi AI

📅 Sabtu, 05 Sep 2026, 14:19 WIB | Oleh:
Di World Encounter Summit 2026, Para Tokoh Dunia Bahas Dampak Teknologi AI Doc: Dok. Istimewa

JAKARTA - Kecerdasan buatan (AI) berkembang begitu cepat. Namun, di tengah euforia teknologi tersebut, muncul pertanyaan besar: apakah AI akan membuat kehidupan manusia lebih baik, atau justru membuat manusia kehilangan sesuatu yang paling mendasar dari dirinya?

Pertanyaan itulah yang menjadi salah satu fokus World Encounter Summit 2026 yang mempertemukan pemimpin pemerintah, pemuda, akademisi, tokoh agama, perusahaan teknologi, hingga masyarakat sipil dari berbagai negara di Bali.

Rangkaian forum dimulai melalui Bali Harmony Dialogue, Kamis (3/9/2026), di United In Diversity (UID) Bali Campus, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali. Forum tersebut kemudian dilanjutkan dengan XI International Scholas Chairs Congress 2026 pada 4-6 September 2026.

Para peserta dari lima benua membahas dampak AI terhadap berbagai aspek kehidupan, mulai pendidikan, dunia kerja, kesehatan mental generasi muda, demokrasi, hingga hubungan sosial.
Yang menjadi perhatian adalah kesenjangan dalam perkembangan AI.

Tidak semua negara memiliki akses yang sama terhadap data, daya komputasi, infrastruktur digital, talenta, maupun kemampuan mengatur teknologi tersebut.

Karena itu, pemerataan manfaat AI dinilai bukan semata persoalan teknologi, melainkan juga menyangkut keadilan sosial, ekonomi, moral, dan lingkungan.

Ketua Dewan Ekonomi Nasional RI, Luhut B. Pandjaitan mengatakan Indonesia harus membangun kapasitas sendiri agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi.

"Salah satunya melalui pengembangan AI yang ditopang energi bersih serta pendidikan STEM," kata Luhut.

Sementara itu Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan tingginya penggunaan AI oleh generasi muda Indonesia harus diikuti penguatan riset, talenta, infrastruktur, dan kebijakan.

"Penggunaan saja tidak otomatis menjadi kapasitas nasional," ujar Meutya.

Ia menilai Indonesia memiliki peluang menjadi pencipta teknologi, bukan sekadar pasar bagi produk AI dari negara lain.

Sedangkan Direktur Eksekutif Scholas Occurrentes, Maria Paz Jurado, mengingatkan bahwa pertanyaan terbesar di era AI bukan hanya tentang apa yang mampu dilakukan mesin.

"Dunia juga harus menentukan manusia seperti apa yang ingin dibangun bersama teknologi tersebut," tutup.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...

Pemkot Tangerang Perketat Pengawasan TKA

27 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Pemkot Tangerang Perketat P...
Nasional
Bakom RI: Ancaman Bahaya In...

Gunung Semeru Meletus Berkali-kali pada Jumat Malam

52 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Gunung Semeru Meletus Berka...
Nasional
Menteri Ekraf Sebut Fesyen ...
Advertisement
Kabar Duka, Guruh Soekarnoputra Wafat di Usia 73 Tahun

Kabar Duka, Guruh Soekarnoputra Wafat di Usia 73 Tahun

26 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.