Disdikbud Aceh Barat Pertimbangkan Libur Sekolah Dampak Karhutla
📅 Sabtu, 05 Sep 2026, 14:20 WIB | Oleh: SujarMEULABOH -- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Aceh Barat saat ini sedang melakukan koordinasi intensif dengan Dinas Kesehatan setempat guna mengantisipasi dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di daerah tersebut.
“Kami terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk memantau perkembangan kualitas udara di Aceh Barat,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Barat, Irwan kepada ANTARA, Sabtu.
Menurutnya, keselamatan dan kesehatan para siswa adalah prioritas utama Dinas Pendidikan Aceh Barat, terutama bagi sekolah-sekolah yang berada dekat dengan titik lokasi karhutla.
Irwan mengatakan, koordinasi ini dilakukan untuk mempertimbangkan langkah strategis ke depan, termasuk opsi meliburkan atau menyesuaikan aktivitas belajar mengajar di sekolah jika kondisi udara kian memburuk.
Langkah antisipasi tersebut menyasar seluruh satuan pendidikan, mulai dari jenjang taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), hingga sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Aceh Barat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurutnya, fokus utama diarahkan pada sekolah-sekolah yang berada di sekitar kawasan rawan dan terdampak karhutla guna mencegah terjadinya gangguan kesehatan, seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada para siswa.
Meski demikian, Irwan memastikan bahwa hingga Sabtu (5/9), aktivitas sekolah di Kabupaten Aceh Barat masih berjalan dengan aman dan normal.
“Kami akan terus mengevaluasi perkembangan di lapangan sebelum mengambil keputusan resmi terkait penyesuaian jam belajar atau kebijakan meliburkan siswa. Kita lihat perkembangan terbaru,” demikian Irwan.
Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat mencatat bencana alam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda sejumlah titik di Kabupaten Aceh Barat hingga saat ini sudah meluas mencapai 11,5 Hektare (Ha) dari sebelumnya seluas 9,5 Ha.
Ada pun wilayah yang terdampak musibah kebakaran lahan diantaranya meliputi Kecamatan Johan Pahlawan di Gampong Blang Beurandang seluas 3 hektare, Kecamatan Samatiga di Gampong Mesjid Baro seluas 5 hektare.
Kemudia di Kecamatan Kaway XVI berlokasi di Gampong Simpang seluas 2 hektare, serta Kecamatan Woyla di Gampong Aron Tunong seluas kurang lebih 1,5 hektare.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!