Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sawah Bekasi Dilanda Kekeringan, Normalisasi Irigasi BKG Dikebut untuk Aliri 6.000 Hektare

📅 Kamis, 03 Sep 2026, 00:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sawah Bekasi Dilanda Kekeringan, Normalisasi Irigasi BKG Dikebut untuk Aliri 6.000 Hektare Doc: Antara
Ket. Plt. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja meninjau progres pekerjaan normalisasi saluran sekunder Bendungan Kedung Gede di Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Rabu (2/9/).

Kabupaten Bekasi - Normalisasi saluran irigasi Bendung Kedung Gede (BKG) di titik wilayah Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, diproyeksikan mampu mengaliri sedikitnya 6.000 hektare lahan sawah produktif setempat yang kini mengalami kekeringan.

"Optimalisasi saluran irigasi BKG berpotensi memberikan manfaat lebih luas. Saluran ini menjadi salah satu sumber utama pengairan lahan pertanian wilayah kami yang secara keseluruhan dapat mengairi hingga 6.000 hektare sawah," kata Camat Pebayuran Hasyim Adnan Adha di Cikarang, Rabu (2/9).

Dia mengatakan percepatan normalisasi BKG diharapkan dapat segera mengatasi persoalan kekeringan yang dialami sejumlah lahan persawahan, khususnya yang berada di wilayah desa bagian ujung Kecamatan Pebayuran.

Di wilayah ujung tersebut, sedikitnya terdapat 700-800 hektare lahan pertanian yang saat ini kondisinya masih mengalami kekeringan sehingga kegiatan normalisasi dinilai sebagai langkah strategis untuk mengairi sawah pada area tersebut dalam jangka pendek.

Pekerjaan normalisasi oleh Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) bersama Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) serta Perum Jasa Tirta (PJT) ini terus dipercepat dan kini telah mencapai progres 50 persen.

"Hari ini sudah berjalan hampir kurang lebih di minggu kedua, terus progresnya kurang lebih sekarang sudah 50 persen. Diperkirakan dalam jangka waktu satu bulan ke depan sudah bisa diselesaikan," ujar Kepala Dinas SDABMBK Kabupaten Bekasi Henri Lincoln.

Ia menjelaskan pengerjaan normalisasi secara teknis menggunakan dua unit ekskavator yang bekerja dari sisi tanggul timur dan barat. Masing-masing alat berat menangani satu sisi tanggul untuk mengoptimalkan proses pengerukan dan peninggian agar debit air berjalan lancar serta tanggul menjadi kokoh.

Pihaknya dalam pengerjaan ini mengerahkan satu unit alat berat sementara Dinas Pertanian turut mendukung operasional maupun menyiapkan kebutuhan petani saat sawah sudah dapat teraliri air dari saluran irigasi BKG tersebut.

BBWS memberikan dukungan bahan bakar minyak (BBM) sementara PJT menanggung keseluruhan kebutuhan operasional satu unit alat berat milik mereka, termasuk bahan bakar dan operator.

"Normalisasi ini dilakukan sepanjang 10 kilometer dari titik SS BKG 15 sampai BKG 25. Untuk BKG 26 hingga 34 sudah dituntaskan," kata Henri.

Di sisi lain, Hasyim kembali menyampaikan harapan agar normalisasi tidak berhenti pada pengerukan saja melainkan turut disertai kegiatan pemeliharaan saluran irigasi secara rutin oleh instansi berwenang agar persoalan sedimentasi maupun pertumbuhan tanaman gulma air tidak kembali menghambat aliran.

Menurutnya, saluran irigasi tersebut secara administrasi menjadi kewenangan BBWS dan PJT sesuai dengan tugas masing-masing. BBWS berkaitan dengan pengelolaan saluran irigasi sementara PJT berperan mengatur debit air.

"Harapan kami dari dua instansi ini tidak hanya mengatur debit air saja tapi melakukan pemeliharaan saluran irigasi tersebut. Supaya jangan sampai banyak tumbuh lagi tumbuhan eceng gondok yang akhirnya kemudian bisa menjadi sedimentasi berujung menghambat laju air," ucapnya.

Hasyim mengaku sebagian petani kini sudah memulai masa perawatan usai tahap penanaman namun sebagian besar dari mereka belum dapat menanam akibat terkendala pasokan air sehingga normalisasi BKG sangat dibutuhkan untuk menunjang aktivitas produksi sektor pertanian.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
  • Pria tanpa identitas Tewas Tersengat Listrik saat Curi Kabel LRT
    Wajar sih kalau mati, justru aneh klo tidak ...
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
Olahraga
Ferrari Kenang 30 Tahun Sch...
Olahraga
Asian Games 2026, PBVSI Pan...
Advertisement
Ratusan Petani Tebu Gelar Aksi Dekat Istana Negara, Tuntut Kenaikan HPP dan Hapus HET Gula

Ratusan Petani Tebu Gelar Aksi Dekat Istana Negara, Tuntut Kenaikan HPP dan Hapus HET Gula

02 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.