Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Karhutla Mengancam Sekolah! Indeks Pencemaran Udara Jadi Penentu Kebijakan

📅 Kamis, 03 Sep 2026, 00:17 WIB | Oleh:
Karhutla Mengancam Sekolah! Indeks Pencemaran Udara Jadi Penentu Kebijakan Doc: Antara foto
Ket. Tangkapan layar - Dirjrn Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendikdasmen Gogot Suharwoto membeeikan penjelaan terkait kebijakan pembelajaran di sekolah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan, Rabu (2/9).

JAKARTA - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mengatur pelaksanaan pembelajaran di sekolah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan berdasarkan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) untuk memastikan peserta didik tetap belajar dalam kondisi aman.

"Kami Kemendikdasmen telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 20 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Layanan Pendidikan pada Satuan Pendidikan di Daerah Terdampak Karhutla ini sebagai pedoman bagi pemerintah daerah dan satuan pendidikan," kata Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendikdasmen Gogot Suharwoto di Jakarta, Rabu.

Dia mengungkapkan bahwa kebijakan tersebut secara khusus sudah diterapkan pada sekolah di enam provinsi yang signifikan terdampak karhutla, yakni Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan.

Berdasarkan surat edaran tersebut, pelaksanaan pembelajaran, baik tatap muka penuh, tatap muka sebagian, maupun pembelajaran jarak jauh, mutlak ditentukan dengan mempertimbangkan kondisi ISPU di masing-masing daerah.

Untuk wilayah dengan ISPU kategori baik atau berada pada rentang 1-50, pembelajaran dapat dilaksanakan secara tatap muka.

Sementara itu pada ISPU kategori sedang dengan rentang 51-100, pembelajaran tatap muka tetap dapat dilakukan dengan membatasi kegiatan yang berlangsung di luar ruangan.

Apabila ISPU berada pada kategori tidak sehat atau mencapai 101-200, menurutnya, pembelajaran tatap muka diselenggarakan secara terbatas dengan memberikan perlindungan khusus kepada kelompok peserta didik yang rentan terhadap dampak asap karhutla.

Adapun kelompok yang menjadi prioritas perlindungan tersebut meliputi anak usia PAUD, siswa SD kelas 1 sampai kelas 3, serta peserta didik sekolah luar biasa (SLB) dan anak berkebutuhan khusus.

"Mereka diarahkan untuk mengikuti pembelajaran secara daring atau dari rumah," cetusnya.

Sementara itu, dia menambahkan bahwa apabila ISPU telah berada di atas 200, Kemendikdasmen mengarahkan agar pembelajaran dilaksanakan secara penuh dari jarak jauh. Dalam kondisi tersebut, guru yang tetap melaksanakan kegiatan dari sekolah juga harus dipastikan berada dalam kondisi aman dan terlindungi.

Gogot menekankan untuk sekolah yang masih menempatkan guru di sekolah dalam kondisi ISPU tinggi perlu menyediakan ruang yang aman dari paparan asap serta memastikan guru menggunakan pelindung yang diperlukan, termasuk masker.

Untuk pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan sekolah menengah pertama, penetapan kebijakan pembelajaran menjadi kewenangan bupati atau wali kota yang dapat didelegasikan kepada kepala dinas pendidikan dengan berkoordinasi dengan BPBD serta mengacu pada kondisi ISPU di wilayah masing-masing.

"Sementara itu, kebijakan pembelajaran untuk jenjang SMA, SMK, dan SLB ditetapkan oleh pemerintah provinsi dengan tetap mempertimbangkan kondisi pencemaran udara dan keselamatan peserta didik serta tenaga pendidik," demikian kata dia menegaskan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Advertisement
Karhutla Bromo Memakan Korban Jiwa, Tiga Pahlawan Pemadam Gugur Saat Pertaruhkan Nyawa

Karhutla Bromo Memakan Korban Jiwa, Tiga Pahlawan Pemadam Gugur Saat Pertaruhkan Nyawa

15 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.