Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dugaan Keracunan di Sidoarjo Meluas ke 18 Lembaga Pendidikan, 34 Santri Masih Dirawat

📅 Kamis, 03 Sep 2026, 00:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dugaan Keracunan di Sidoarjo Meluas ke 18 Lembaga Pendidikan, 34 Santri Masih Dirawat Doc: Antara
Ket. Bupati Sidoarjo Subandi (tengah) memberi keterangan terkait kondisi santri korban dugaan keracunan, di RSI Siti Hajar Sidoarjo, Rabu (2/9).

Sidoarjo, Jawa Timur - Bupati Sidoarjo Subandi menyatakan hingga saat ini jumlah santri Pondok Pesantren Manba'ul Hikam korban dugaan keracunan makanan tersisa 34 orang yang dirawat di Rumah Sakit Islam (RSI Siti Hajar Sidoarjo, Jawa Timur.

"Tinggal 34 santri yang masih dirawat di RSI Siti Hajar. Semua sudah dalam keadaan membaik dan sehat," kata Subandi usai mengunjungi korban di RSI Siti Hajar Sidoarjo, Rabu (2/9).

Menurutnya, ke-34 santri yang kini sedang dirawat di rumah sakit tersebut dalam kondisi baik dan dapat kembali ke rumah masing-masing pada pagi esok hari.

Selain di RSI Siti Hajar, jumlah santri korban yang sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Notopuro Sidoarjo juga telah pulang ke kediaman masing-masing pada Rabu (2/9) sore tadi.

Ia menyebutkan lima orang santri yang telah dinyatakan boleh pulang dari RSUD Notopuro Sidoarjo merupakan lima santri terakhir di rumah sakit tersebut.

"Tersisa 34 santri yang sedang di rawat di RSI Siti Hajar saja. Selain itu semua sudah pulang," kata Subandi.

Dari pantauan, kejadian dugaan keracunan terjadi di Ponpes Manba'ul Hikam pada Selasa (1/9) mengakibatkan setidaknya 566 santri mengalami berbagai macam gejala keracunan seperti mual dan sakit perut serta lemas.

Sebelumnya, Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur Emil Dardak pada Rabu (2/9) dini hari menyatakan kejadian dugaan keracunan tersebut tak hanya terjadi di Ponpes Manba'ul Hikam tetapi juga terjadi di 18 lembaga pendidikan di wilayah Sidoarjo usai seluruh pihak terkait menyantap menu makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tanggulangin Kali Tengah, Sidoarjo pada Selasa (1/9).

Pada hari ini, Rabu (2/9) siang, Badan Gizi Nasional (BGN) telah menerbitkan surat penghentian sementara (suspend) berat terhadap operasional SPPG terkait.

Sementara itu, Wakil Koordinator BGN Regional Jawa Timur (Jatim), Teguh Bayu Wibowo, menegaskan pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium terkait makanan yang disajikan, yang mana hasilnya diperkirakan akan selesai dalam waktu paling cepat satu minggu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Luar Negeri
Sekjen Desak Pengaturan “...
Advertisement
Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.