Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bukan Sekadar Bumbu Tempe! Kemendikti Ungkap Alasan Ragi Tempe Harus Dilindungi

📅 Kamis, 03 Sep 2026, 00:20 WIB | Oleh:
Bukan Sekadar Bumbu Tempe! Kemendikti Ungkap Alasan Ragi Tempe Harus Dilindungi Doc: Antara foto
Ket. Para pembuat tempe sedang membungkus bahan baku setelah peragian.

JAKARTA - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mengatakan, ragi tempe perlu dilindungi sebagai aset kedaulatan biologis Indonesia, guna mencegah pencurian genetik (biopiracy), agar warisan peradaban itu bisa dimanfaatkan seluas-luasnya oleh masyarakat Indonesia tanpa hambatan pihak lain.

"Nah sekarang kita bicara tentang kedaulatan biologis bangsa, apa namanya Kapang rhizopus tadi. Di era modern ini nilainya sama berharganya dengan cadangan sumber daya alam lainnya. Nah tugas kita adalah melindunginya," kata Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Ahmad Najib Burhani di Jakarta, Rabu.

Hal itu dia sampaikan dalam talkshow “Ragi Nusantara: Dari Sepotong Tempe untuk Ketahanan Pangan” di Antara Heritage Center, di mana dijelaskan tentang inovasi ragi tempe yang dikembangkan tim periset Universitas Indonesia (UI) melalui Program Ekosistem Hidup Berbasis Sains dan Teknologi (Bestari Saintek) Kemendiktisaintek dengan pendanaan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Ahmad mengatakan, kekayaan mikroba Indonesia merupakan bagian dari kekayaan biodiversitas nasional yang perlu dijaga, sebagai bagian dari upaya membangun ketahanan pangan.

Menurut dia, perlindungan terhadap kekayaan biologis tersebut penting agar hasil riset mengenai ragi unggul dapat dikembangkan dan dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat Indonesia.

Pihaknya pun berharap para peneliti dapat mengambil inisiatif lebih lanjut untuk mengintegrasikan hasil riset yang sangat sederhana ini menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi tinggi.

"Bayangkan dampaknya jika ragi unggul itu dikoneksikan dengan tadi, penurunan stunting misalnya gitu ya dari Kementerian Kesehatan, dan disinergikan dengan kemandirian pangan dari Badan Pangan Nasional," katanya.

Dia juga mengapresiasi keterlibatan industri, yakni FKS, yang membantu menjadikan hasil riset sebagai produk yang bermanfaat bagi publik.

"Jadi ragi ini diuji dan disempurnakan langsung di dapur-dapur para pengrajin tempe. Inilah yang kemudian wajah sains yang ramah dan tidak angkuh dengan menempatkan perajin tradisional sebagai rekan sejajar dalam proses penciptaan atau co-creator. Inovasi ini dengan sendirinya melebur bersama masyarakat," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Nasional
Fasilitas Mewah Ditemukan d...
Nasional
Pimpinan DPR Terima Audiens...
Luar Negeri
Lippo Diperiksa KPK Terkait...
Advertisement
Asian Games Jepang Disorot: Akomodasi Kacau, Transportasi Dikeluhkan Kontingen

Asian Games Jepang Disorot: Akomodasi Kacau, Transportasi Dikeluhkan Kontingen

25 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.