Dari Anyaman Plastik Jadi Cuan! UKM di Ngawi Serap Puluhan Pekerja Lokal
📅 Kamis, 03 Sep 2026, 00:22 WIB | Oleh: Marcellus WidiartoNGAWI - Usaha kecil dan menengah (UKM) kerajinan tas anyaman dari plastik yang berada di Desa Pohkonyal, Kecamatan Pangkur, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur menyerap puluhan tenaga kerja lokal dan dinilai mampu meningkatkan perekonomian keluarga di wilayah setempat.
Pemilik usaha kerajinan anyaman tas plastik setempat, Komari (45) mengatakan ada sekitar 40 pekerja yang mayoritas merupakan ibu rumah tangga, bekerja secara sampingan di sela aktivitas harian maupun bertani sebagai perajin atau penganyam tas plastik.
"Seiring tingginya permintaan pasar, hingga kini sudah ada sekitar 40 orang yang bergabung. Mereka bisa memproduksi hingga 1.000 tas plastik anyaman dengan berbagai ukuran dan model setiap harinya," ujar Komari di Ngawi, Rabu.
Ia menjelaskan, usaha kerajinan tas plastik anyaman tersebut telah digeluti sejak tahun 2008. Melihat pangsa pasar yang bagus, Komari yang sebelumnya bekerja sebagai penjual sayuran tersebut ikut menjajakan tas anyaman.
Seiring waktu, karena banyak permintaan, maka secara mandiri Komari akhirnya mulai belajar cara menganyam menggunakan bahan baku plastik, merekrut karyawan, dan memahami teknis pemasarannya.
Hal itu dilakukannya secara bertahap. Dari mulai berproduksi 3-4 rol gulungan bahan plastik, kini sudah mampu menghabiskan kisaran 50-70 rol gulungan tergantung pesanan.
"Saat ini pemasaran telah mencapai luar daerah seperti Jakarta, Bali, hingga Sumatera," kata dia.
Untuk harga, setiap tas dihargai kisaran Rp4.000 hingga Rp8.500 tergantung model, ukuran, dan tingkat kesulitan anyaman. Dari harga tersebut, para perajin mendapat upah kisaran Rp1.300 hingga Rp2.400 untuk setiap tas yang berhasil diselesaikan.
Kepala desa setempat Sukirno mengatakan, Desa Pohkonyal memang dikenal sebagai sentra kerajinan tas plastik anyaman. Usaha kerajinan tersebut terbukti mampu memberdayakan kaum ibu rumah tangga setempat untuk menambah penghasilan.
"Hingga saat ini, sudah ada sekitar 10 pemilik usaha kerajinan atau pengepul di Desa Pohkonyal. Dari situ, banyak tenaga kerja desa setempat yang kebanyakan merupakan ibu rumah tangga, yang terserap," kata Sukirno.
Melalui aktivitas kriya tersebut, warga desa dapat menambah penghasilan, dengan tetap melakukan pekerjaan utama mereka di bidang pertanian saat musim tanam.
Sukirno berharap usaha tersebut tetap eksis dan terus berkembang, sehingga semakin banyak tenaga kerja desa yang terserap dan mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!