Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lebih 10 Ribu Gempa Susulan di NTT, BNPB Perkuat Monitoring Pelayanan Publik

📅 Kamis, 03 Sep 2026, 00:16 WIB | Oleh: Tim Penulis
Lebih 10 Ribu Gempa Susulan di NTT, BNPB Perkuat Monitoring Pelayanan Publik Doc: Antara
Ket. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Ombudsman Republik Indonesia (RI) memperkuat koordinasi serta monitoring pelayanan publik dalam penanganan bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan pemulihan pascabencana banjir wilayah Sumatera, di Jakarta, Rabu (2/9).

Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Ombudsman Republik Indonesia (RI) memperkuat koordinasi serta monitoring pelayanan publik dalam penanganan bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan pemulihan pascabencana banjir wilayah Sumatra.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan di Jakarta, Rabu (3/9), kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya memastikan pelayanan penanggulangan bencana berjalan transparan, akuntabel, responsif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

"Hasil pemantauan dan masukan Ombudsman menjadi bahan evaluasi bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk melakukan perbaikan pelayanan," katanya.

Sebagai lembaga negara yang memiliki kewenangan mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik, Ombudsman RI turut melakukan pemantauan terhadap kualitas pelayanan kebencanaan, termasuk akses masyarakat terhadap bantuan, layanan dasar, mekanisme pengaduan, serta respons pemerintah terhadap kebutuhan warga terdampak.

Dalam konteks penanganan bencana, katanya, koordinasi BNPB dan Ombudsman RI diarahkan untuk memastikan masyarakat terdampak memperoleh pelayanan yang cepat, tepat, transparan, akuntabel, nondiskriminatif, dan sesuai kebutuhan.

Menurutnya, koordinasi dan monitoring tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh proses penanganan bencana, mulai dari tanggap darurat hingga rehabilitasi rekonstruksi.

Setiap tahapan dilaksanakan secara terukur dengan mengedepankan kepentingan masyarakat terdampak. Langkah ini dilakukan untuk memastikan penanganan bencana berlangsung transparan, akuntabel, responsif, dan sesuai kebutuhan di lapangan.

Sebagai informasi, hingga Selasa (1/9), gempa M 7,7 di NTT menyebabkan 127 orang meninggal dunia, 1.668 luka-luka dan 181.354 jiwa mengungsi. Adapun dampak fasilitas yang terdampak sebanyak 97.215 rumah dan 1.853 fasilitas umum mengalami kerusakan di tujuh kabupaten.

Aktivitas gempa susulan telah tercatat lebih dari 10 ribu kali dan secara bertahap menunjukkan tren penurunan. Kondisi tersebut masih memengaruhi psikis masyarakat sehingga sebagian warga memilih melakukan pengungsian secara mandiri. Sejalan dengan penurunan aktivitas gempa, para warga di pos pengungsian lambat laun sudah kembali ke rumah masing-masing.

Pihaknya terus melakukan distribusi bantuan logistik berdasarkan data kebutuhan dari setiap posko lapangan. Hingga saat ini, sedikitnya 1.381,6 ton logistik telah didistribusikan melalui Posko Aju Labuan Bajo dan Maumere.

Untuk menjangkau wilayah sulit akses, dukungan mobilisasi juga digunakan dengan mengerahkan armada darat laut dan udara meliputi truck, motor trail, helikopter dan Kapal Republik Indonesia.

"Kolaborasi BNPB dan Ombudsman RI diharapkan semakin memperkuat tata kelola pelayanan kebencanaan, memastikan mekanisme pengaduan berjalan efektif, serta menjamin masyarakat terdampak mendapatkan pelayanan publik yang sesuai dengan kebutuhan," kata Berton.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Wisata
MICE Salah Satu Kunci Pendo...
Nasional
Pemerintah Usut Dugaan WNI ...
Ekonomi
PT KAI Hubungkan 351 Juta P...
Advertisement
Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.