Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tentara dari Tiga Matra TNI Bergerak Cepat! Jalur Udara Menuju Hotspot Kalbar Mulai Dipetakan

📅 Selasa, 01 Sep 2026, 12:17 WIB | Oleh:
Tentara dari Tiga Matra TNI Bergerak Cepat! Jalur Udara Menuju Hotspot Kalbar Mulai Dipetakan Doc: Antara foto/HO Humas Lanud Supadio
Ket. Tim Alfa gabungan dari tiga matra TNI melakukan surveilans dan pemetaan melalui udara untuk mendeteksi titik panas serta mencari jalur tercepat menuju lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Barat.

PONTIANAK - Tim Alfa gabungan dari tiga matra TNI melakukan surveilans dan pemetaan melalui udara untuk mendeteksi titik panas serta mencari jalur tercepat menuju lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Barat.

"Kegiatan tersebut mendapat dukungan Yon Parako 466 Pasgat yang menurunkan satu tim visual control point (VCP) untuk mengarahkan pergerakan paramotor dalam operasi pemetaan dari udara di Desa Mekarsari, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya," kata Tertua VCP dari Yon Parako 466 Pasgat Lettu Pas Richo Hamdan di Sungai Raya, Selasa.

Richo menjelaskan, Tim Alfa merupakan gabungan personel dari sejumlah satuan, antara lain Kopassus, Korpasgat, Kostrad, dan Korps Marinir, yang dikerahkan untuk mempercepat deteksi serta penanganan titik panas di kawasan yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Pengerahan pasukan lintas udara tersebut merupakan bagian dari Operasi Militer Selain Perang (OMSP) dalam membantu masyarakat dan pemerintah menangani bencana, termasuk kebakaran hutan dan lahan.

Melalui pemantauan udara menggunakan paramotor, tim melakukan surveilans dan pemetaan untuk mengetahui lokasi titik panas sekaligus menentukan akses terdekat bagi personel pemadam menuju lokasi kebakaran.

"Pemetaan udara dinilai penting karena sejumlah titik kebakaran di Kalimantan Barat berada di kawasan savana dan padang alang-alang yang mudah terbakar sehingga api dapat dengan cepat meluap" kata dia.

Selain itu, akses menuju lokasi kebakaran melalui jalur darat membutuhkan waktu yang cukup lama, terutama untuk menjangkau kawasan terpencil dan terisolasi.

Dengan pemetaan dari udara, personel diharapkan dapat memangkas waktu tempuh dengan menentukan titik pendaratan maupun jalur terdekat menuju lokasi kebakaran.

"Personel tidak perlu menyisir kawasan secara acak, tetapi dapat langsung menuju titik yang telah dipetakan melalui pemantauan udara," tuturnya.

Selain paramotor, pemanfaatan drone juga dilakukan untuk membantu mendeteksi titik panas dan memberikan gambaran kondisi lapangan sebelum personel bergerak menuju lokasi.

"Strategi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kecepatan dan ketepatan penanganan karhutla, terutama di kawasan hutan dan lahan yang sulit dijangkau, sehingga api dapat segera dikendalikan sebelum meluas," tuturnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Advertisement
jjroyal-luwak
Advertisement
Stasiun Karet Tak Lagi Layani Penumpang Mulai 1 September

Stasiun Karet Tak Lagi Layani Penumpang Mulai 1 September

01 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.