Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BRI: Penyaluran KUR Rp103,8 Triliun untuk Dua Juta Debitur per Juni

📅 Senin, 31 Agu 2026, 15:44 WIB | Oleh:
BRI: Penyaluran KUR Rp103,8 Triliun untuk Dua Juta Debitur per Juni Doc: ANTARA/Rizka Khaerunnisa
Ket. Direktur Network dan Retail Funding BRI Aquarius Rudianto memaparkan materi konferensi pers kinerja kuangan triwulan II 2026 secara daring di Jakarta, Senin (31/8).

JAKARTA -- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) sebesar Rp103,8 triliun kepada lebih dari 2 juta debitur sepanjang Januari hingga Juni 2026.

Penyaluran KUR didominasi oleh sektor produktif yang memiliki peran strategis terhadap perekonomian nasional, seperti sektor pertanian menjadi penerima terbesar atau setara dengan 42,68 persen dari total penyaluran.

“Apabila kita tarik lebih jauh sepanjang periode 2015 hingga triwulan kedua 2026, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp1.539 triliun kepada 48,4 juta nasabah," kata Direktur Network dan Retail Funding BRI Aquarius Rudianto, dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.

Aquarius mengatakan bagi BRI, KUR bukan semata program penyaluran kredit, tapi juga instrumen strategis untuk memperluas akses pembiayaan kepada pelaku usaha yang feasible, namun memiliki keterbatasan akses terhadap kredit komersial, mendorong lahirnya debitur baru, serta menciptakan jalur bagi pelaku usaha untuk tumbuh dan naik kelas.

Perseroan, imbuh dia, menjaga agar KUR benar-benar mengalir ke aktivitas yang memiliki multiplier effect terhadap perekonomian dengan mayoritas penyaluran KUR BRI ke sektor produksi dan memperluas basis nasabah ke pelaku usaha.

Di tengah penyaluran yang cukup ekspansif, perseroan menjaga kualitas kredit dengan non-performing loan (NPL) KUR terjaga pada level 2 persen.

"Dengan jaringan dan ekosistem pemberdayaan yang kami miliki, kami ingin terus memastikan bahwa KUR tidak berhenti sebagai akses terhadap modal, tetapi juga menjadi jembatan bagi UMKM untuk tumbuh produktif, tangguh, dan berkesinambungan," kata Aquarius.

Di tengah transformasi yang dijalankan perseroan, ia menjelaskan bahwa salah satu hal yang konsisten adalah komitmen BRI terhadap UMKM dan ekonomi kerakyatan. Karena itu, pendekatan BRI terhadap UMKM terus dibangun secara end-to-end, dari tingkat desa, komunitas usaha, hingga individual entrepreneur.

Melalui Desa BRILiaN, perseroan telah memberdayakan lebih dari 5.700 desa dengan fokus mengoptimalkan potensi ekonomi lokal sekaligus memperkuat kapasitas dan kelembagaan desa.

Pada level komunitas usaha, perseroan mengembangkan Klasterku Hidupku yang kini telah menjangkau lebih dari 44.000 klaster usaha. Pemberdayaan tersebut juga diperluas melalui platform digital Link UMKM yang telah menjangkau sekitar 17,3 juta pelaku UMKM.

Di samping itu, perseroan juga terus memperkuat pendampingan secara langsung melalui Rumah BUMN dengan sekitar 596.000 pelaku UMKM yang telah bergabung hingga Juni 2026.

"Jadi peran yang kami bangun bukan hanya sekedar sebagai financial intermediary, tetapi sebagai enabler bagi pertumbuhan ekonomi kerakyatan," kata Aquarius.

Ia menambahkan perseroan ingin terus menciptakan siklus berkelanjutan yang memberdayakan UMKM agar usahanya berkembang, kapasitasnya meningkat, naik kelas, dan semakin terintegrasi ke dalam ekosistem ekonomi yang lebih besar sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan.

Wakil Direktur Utama BRI Viviana Dyah Ayu RK menambahkan penyaluran KUR menjadi salah satu langkah perseroan sebagai mitra pemerintah dalam mendorong pembangunan dan inklusi ekonomi berkelanjutan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Luar Negeri
Jerman Mulai Resah, Pengaru...
Daerah
Pemkot Bandung Beri Bantuan...
Advertisement
Gunung Sinabung Erupsi, Kolom Abu Capai 3.500 Meter dan Bergerak ke Timur-Tenggara

Gunung Sinabung Erupsi, Kolom Abu Capai 3.500 Meter dan Bergerak ke Timur-Tenggara

31 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.