Awas Kendaraan Bisa Cepat Rusak Saat Cuaca Panas, Ini Cara Merawatnya
📅 Selasa, 01 Sep 2026, 11:25 WIB | Oleh: Marcellus WidiartoJAKARTA - Kondisi cuaca panas menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) masih akan berlangsung hingga Oktober 2026, ini perlu menjadi perhatian bagi pemilik kendaraan karena suhu lingkungan yang tinggi dan paparan debu dapat memengaruhi kinerja sejumlah komponen mobil.
Auto2000 dalam keterangan resminya, Selasa, menjelaskan bahwa cuaca panas membuat sistem pendinginan kendaraan bekerja lebih keras, terutama ketika mobil terjebak kemacetan.
Dalam kondisi berhenti, aliran udara yang masuk ke radiator dari arah depan menjadi lebih terbatas sehingga pelepasan panas dari ruang mesin tidak seoptimal ketika kendaraan melaju.
Kondisi tersebut juga dapat meningkatkan beban kerja oli mesin yang turut membantu menjaga temperatur komponen melalui sirkulasi pelumas.
Suhu lingkungan yang tinggi dalam waktu lama, berpotensi mempercepat penurunan kualitas pelumas apabila kendaraan tidak dirawat secara berkala.
Selain sistem pendinginan dan pelumasan, debu yang lebih banyak selama musim kemarau juga berpotensi mengganggu sejumlah komponen kendaraan.
Berikut, adalah bagian yang perlu mendapat perhatian dari pemilik mobil selama musim kemarau:
Sistem pendingin
Periksa kondisi radiator, selang, tutup radiator, reservoir, serta kipas pendingin. Pastikan tidak terdapat kebocoran, karat, atau perubahan kondisi cairan pendingin. Volume cairan juga perlu dijaga sesuai batas yang ditentukan pabrikan.
Oli mesin
Pastikan volume oli sesuai rekomendasi dan periksa kondisinya secara berkala. Penggantian oli sebaiknya mengikuti interval servis kendaraan, untuk menjaga kemampuan pelumasan sekaligus membantu mengendalikan temperatur mesin.
Filter udara
Paparan debu yang tinggi dapat membuat filter udara lebih cepat kotor atau tersumbat. Kondisi tersebut dapat mengurangi pasokan udara ke mesin dan berpengaruh terhadap performanya. Filter bahan bakar dan oli juga perlu diperiksa sesuai jadwal perawatan.
Ban
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!