Setop Bakar Jerami! BRMP Kementan: Sisa Panen Bisa Jadi Sumber Cuan Baru Buat Petani
📅 Selasa, 01 Sep 2026, 12:26 WIB | Oleh: Tim RedaksiPertukaran pengalaman tersebut memungkinkan masing-masing negara mempelajari berbagai pendekatan yang telah diterapkan di tempat lain. Namun, setiap solusi tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik lokal.
“Indonesia juga dapat memperoleh ide dan cara baru untuk menerapkan solusi-solusi yang inovatif,” kata Marco.
Sebaliknya, pengalaman Indonesia dalam mengembangkan pemanfaatan jerami dan residu tanaman juga dapat menjadi pembelajaran bagi negara-negara lain yang menghadapi tantangan serupa.
Rangkaian National Multistakeholder Dialogue juga dilengkapi dengan kunjungan lapangan ke lokasi percontohan di Tangerang dan Karawang. Kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada para peserta untuk melihat secara langsung penerapan teknologi dan model pengelolaan residu tanaman.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pendekatan lapangan tersebut dinilai penting agar pembahasan mekanisasi tidak berhenti pada aspek teoritis. Kondisi nyata di tingkat petani dapat menjadi dasar untuk melihat jenis teknologi yang dibutuhkan, bagaimana mesin dapat diakses, serta model layanan seperti apa yang dapat berjalan secara berkelanjutan.
Selain mekanisasi, penguatan basis data menjadi bagian penting dalam menentukan teknologi dan model pengelolaan yang sesuai. Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Pengembangan Pertanian Presisi, Prof. Desrial, mengatakan pemanfaatan data dapat membantu pengambilan keputusan agar teknologi yang digunakan benar-benar sesuai dengan kondisi lapangan.
Menurut Desrial, pertanian ke depan harus mampu memanfaatkan sumber daya secara maksimal. Setiap bagian dari kegiatan usaha tani perlu dilihat potensinya sehingga tidak langsung berakhir sebagai limbah.
“Semua kita gunakan secara maksimal,” ujar Desrial.
Konsep tersebut sejalan dengan prinsip circular agriculture atau pertanian sirkular, yaitu membangun sistem produksi yang memungkinkan sumber daya dari satu proses dimanfaatkan kembali dalam proses lainnya.
Penguatan data juga menjadi penting untuk mendukung pengembangan teknologi, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Namun, kualitas keputusan yang dihasilkan teknologi tetap sangat bergantung pada kualitas data yang tersedia.
Karena itu, pengalaman petani, penyuluh, peneliti, pemerintah, serta pelaku usaha perlu menjadi bagian dari pembangunan basis data pertanian. Informasi mengenai kondisi lahan, komoditas, mesin, proses produksi, hasil usaha, hingga pengelolaan residu akan semakin memperkuat dasar pengambilan keputusan.
Pada akhirnya, keberhasilan pengelolaan residu tanaman tidak hanya ditentukan oleh tersedianya mesin dan teknologi. Pengetahuan petani, pendampingan penyuluh, dukungan kelembagaan, akses pembiayaan, serta keberadaan pasar juga menjadi faktor penting agar model yang dikembangkan dapat berjalan secara berkelanjutan.
Karena itu, petani perlu mulai melihat jerami, sekam, batang, daun, dan bagian tanaman lainnya sebagai sumber daya yang masih memiliki manfaat. Pemanfaatannya dapat diarahkan menjadi bahan organik, pupuk, pakan, kompos, media budidaya, maupun bahan baku untuk produk lain sesuai karakteristik komoditas dan kebutuhan wilayah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!