Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Setelah 20 Tahun Menanti, Petani Cirebon Akhirnya Punya Irigasi 2,4 Km

📅 Sabtu, 22 Agu 2026, 15:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Setelah 20 Tahun Menanti, Petani Cirebon Akhirnya Punya Irigasi 2,4 Km Doc: istimewa
Ket. ilustrasi irigasi di Cirebon, Jawa Barat

CIREBON – Penantian 20 tahun Kelompok Tani Sumber Rezeki Tani, Desa Susukan, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, akhirnya terjawab. Kementerian Pertanian (Kementan) membangun irigasi perpipaan sepanjang 2.400 meter (2,4 km) di wilayah mereka.

Bantuan infrastruktur ini menjadi solusi atas persoalan air yang selama puluhan tahun membuat petani kesulitan bertani, terutama saat musim kemarau. Dengan adanya saluran irigasi baru, pasokan air ke lahan kini lebih terjamin sehingga petani bisa tetap tanam dan menjaga produktivitas.

“Ini kami impi-impikan dari 20 tahun yang lalu. Kami berterima kasih sekali kepada Bapak Presiden Prabowo, terutama khusus kepada Bapak Mentan yang telah memberikan bantuan irpom sepanjang 2.400 meter,” ujar Ketua Kelompok Tani Sumber Rezeki Tani, M Saeproni, Sabtu (22/8).

Akhiri Keterbatasan Air Puluhan Tahun

Selama ini, kurangnya akses air menjadi kendala utama kelompok tani dalam menjalankan usaha tani. Banyak musim tanam yang terpaksa terhenti karena kekeringan.

Dengan dibangunnya irigasi perpipaan ini, Kementan berharap petani tidak lagi kehilangan kesempatan tanam hanya karena persoalan air.

“Kita tidak boleh membiarkan petani kehilangan musim tanam karena kekurangan air. Karena itu pemerintah memperkuat irigasi, pompanisasi, embung, hingga rehabilitasi jaringan irigasi agar air sampai ke lahan pertanian,” tegas Menteri Pertanian Amran Sulaiman.

Perkuat Ketahanan Air Pertanian Nasional

Bantuan untuk petani Cirebon ini merupakan bagian dari program besar Kementan memperkuat ketersediaan air pertanian di seluruh Indonesia.

Pada 2026, Kementan menargetkan 89.600 unit kegiatan irigasi yang diproyeksikan mengairi sekitar 2,1 juta hektare* lahan. Rinciannya: 

- Irigasi Perpompaan/Irpom: 17.400 unit

- Irigasi Perpipaan/Irpip: 3.500 unit 

- Pompanisasi: 56.000 unit untuk 1,1 juta hektare lahan

Menurut Mentan Amran, air adalah faktor penentu produksi pangan. Penguatan infrastruktur seperti irigasi dan pompanisasi menjadi solusi cepat agar sawah tetap dapat pasokan air di tengah tantangan perubahan iklim dan musim kemarau.

Like, Share, Comment:

Komentar (3)

Ali Yulu
Ali Yulu
23 Aug 2026, 13:46 WIB.

Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam

Balas
Ali Yulu
Ali Yulu
23 Aug 2026, 13:46 WIB.

Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam

Balas
Ali Yulu
Ali Yulu
23 Aug 2026, 13:47 WIB.

Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam

Balas
Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Gol Kevin Diks Melecut Semangat Mengejar Satu Gol Lagi

46 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Gol Kevin Diks Melecut Sema...
Ekonomi
Rupiah Berpotensi Melemah -...
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti

FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti

01 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.