Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lawan Gagal Panen, Petani Pakistan Kini Dibantu Teknologi AI Tiongkok

2 Selasa, 01 Sep 2026, 03:18 WIB | Oleh:
Lawan Gagal Panen, Petani Pakistan Kini Dibantu Teknologi AI Tiongkok Lawan Gagal Panen, Petani Pakistan Kini Dibantu Teknologi AI Tiongkok Doc: AFP/ARIF ALI

GUIYANG - Bagi banyak petani kecil di Provinsi Punjab, Pakistan, provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di negara itu, bertani selama ini terasa seperti mempertaruhkan nasib pada ketidakpastian cuaca. Namun, nasib para petani setempat mungkin segera berubah.

Menteri Pertanian Punjab Syed Muhammad Ashiq Hussain Shah menghadiri ajang China International Big Data Industry Expo 2026 yang berlangsung hingga Minggu (30/8) di Guiyang, ibu kota Provinsi Guizhou, Tiongkok barat daya. Dia mengatakan delegasinya datang dengan misi yang jelas, yakni mencari mitra dari Tiongkok yang dapat membantu menghadirkan perangkat pertanian berbasis kecerdasan buatan (AI) bagi jutaan petani kecil di Punjab.

Menurut pejabat Pakistan tersebut, banyak petani kecil di Provinsi Punjab tidak memiliki akses terhadap informasi yang andal dan tepat waktu. Di sisi lain, perubahan iklim membuat pola cuaca semakin sulit diprediksi. Hujan deras yang datang tiba-tiba, kekeringan berkepanjangan, serta gelombang panas ekstrem menambah risiko baru bagi produksi pertanian.

Otoritas pertanian Punjab kini mengembangkan jaringan pemantauan digital berbasis AI yang dirancang untuk menyampaikan prakiraan cuaca, pemantauan tanaman, serta data waktu nyata mengenai kondisi tanah, air, dan pengendalian hama langsung kepada para petani.

"Kami ingin menggunakan AI untuk memantau cuaca, tanah, dan air, sekaligus melacak kondisi tanaman secara digital," kata Shah.

"Kami juga ingin menggunakan AI untuk pengendalian hama, sehingga petani cukup mengirimkan foto tanaman untuk mendapatkan bantuan dalam mengidentifikasi masalahnya," ujar dia menambahkan.

Menurut Shah apabila petani dapat menerima informasi-informasi tersebut lewat platform digital, mereka bisa mengambil keputusan yang lebih baik dan mengurangi kerugian.

"Karena itulah kami memandang AI sebagai alat penting untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan mendukung para petani di Punjab," ujarnya.

"Itulah alasan kami berada di sini, untuk mencari mitra dan belajar dari pengalaman Tiongkok," kata dia menambahkan.

Kerja sama pertanian antara Tiongkok dan Pakistan, termasuk dengan Punjab, sejatinya telah memiliki landasan yang kuat. Shah mengatakan Punjab telah menandatangani sedikitnya enam nota kesepahaman setelah kunjungan-kunjungan sebelumnya ke Tiongkok dan secara aktif menindaklanjuti kesepakatan tersebut.

Perusahaan-perusahaan Tiongkok juga memainkan peran penting dalam program mekanisasi pertanian berteknologi tinggi di Punjab. Shah memperkirakan sekitar 90 persen mesin yang diperoleh melalui program tersebut, termasuk mesin pemanen dan traktor, berasal dari Tiongkok. Kini, kemitraan itu berkembang dari sekadar penyediaan perangkat keras menuju penerapan teknologi cerdas dan kecerdasan buatan.

Ali Mustafa Dar, penasihat kepala menteri Punjab untuk urusan kecerdasan buatan dan berbagai inisiatif khusus, mengatakan Tiongkok tidak memandang AI sebagai sesuatu yang terpisah dari pembangunan ekonomi. Sebaliknya, AI diintegrasikan ke berbagai sektor, mulai dari manufaktur, logistik, perkotaan, pertanian, transportasi hingga layanan publik.

"Tiongkok berpikir untuk jangka panjang. Tiongkok membangun infrastrukturnya, melakukan eksperimen dan belajar. Ketika sesuatu terbukti berhasil, Tiongkok memiliki kapasitas untuk mengembangkannya dalam skala yang luar biasa," ujarnya.

Sebagai zona percontohan nasional komprehensif pertama Tiongkok untuk mahadata, Guizhou menawarkan pengalaman yang persis ingin dipelajari Punjab. Menurut Dar, Guizhou sangat menarik karena menunjukkan bahwa AI berawal dari fondasi data yang kuat.

Guizhou merupakan pusat penting untuk proyek nasional Tiongkok "Data Timur, Komputasi Barat" (East Data, West Computing). Strategi nasional ini bekerja layaknya jaringan listrik, dengan mengalihkan kebutuhan pemrosesan data yang besar dari wilayah pesisir timur Tiongkok yang berkembang pesat secara ekonomi ke wilayah barat yang kaya sumber daya. Hal penting lainnya, proyek tersebut memanfaatkan melimpahnya energi hijau di wilayah barat, seperti tenaga angin dan hidro, sehingga menjadi tonggak penting dalam pengembangan teknologi hijau dan pengurangan emisi karbon.

Hingga akhir Juli 2026, Guizhou memiliki 50 pusat data utama dengan total kapasitas komputasi mencapai 176,57 EFLOPS. Hampir 98,4 persen kapasitas tersebut secara khusus digunakan untuk komputasi terkait AI.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Rona
Joko Anwar Masuk Daftar 50 ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kimi Antonelli Ukir Sejarah! Di Usia 20 Tahun Resmi Jadi Juara Dunia Formula 1 2026

Kimi Antonelli Ukir Sejarah! Di Usia 20 Tahun Resmi Jadi Juara Dunia Formula 1 2026

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.