Dinkes: Penderita TBC di Tangerang Capai 5.101 Kasus
📅 Selasa, 28 Jul 2026, 18:25 WIB | Oleh: Ilham SudrajatTANGERANG - Sepanjang 2026, penderita tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Tangerang, Banten tercatat 5.101 kasus. Jumlah tersebut dengan sebaran tertinggi pada tiga wilayah kecamatan.
"Pada paruh pertama atau periode Januari hingga Juni 2026 total ada 5.101 kasus TBC di Kabupaten Tangerang. Kami terus melalukan deteksi," ujar Kepala Dinkes Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, Senin (27/7).
Hendra mengatakan penemuan ribuan kasus penyakit menular ini merupakan bagian dari upaya deteksi kasus secara aktif untuk mendukung target eliminasi TBC pada 2030. Untuk temuan kasus tertinggi di Kecamatan Mauk, Sepatan, dan Sukadiri.
"Mauk, Sepatan dan Sukadiri itu wilayah paling banyak. Namun berdasarkan arahan Kemenkes (Kementerian Kesehatan, Red), daerah yang menemukan kasus terbanyak adalah memiliki kinerja terbaik," ucap dia.
Ia mengatakan mayoritas penderita TBC berada pada kelompok usia produktif yakni 18 hingga 55 tahun. Sementara itu selama periode yang sama ditemukan juga dua kasus TBC pada kelompok balita.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Penularan TBC di Kabupaten Tangerang masih didominasi melalui kontak erat dengan anggota keluarga maupun orang yang tinggal serumah. Kebanyakan karena terpapar dari keluarga atau orang dekat," kata dia.
Sebagai langkah menekan peningkatan angka TBC, Dinkes Kabupaten Tangerang terus memperkuat penemuan kasus secara aktif. Hal itu melalui skrining masyarakat, pelacakan kontak erat pasien, pemeriksaan dan diagnosis sesuai standar serta memperluas jejaring layanan kesehatan.
Selain itu pihaknya meningkatkan edukasi kepada masyarakat dan memberikan terapi pencegahan bagi kelompok berisiko guna memutus rantai penularan. "Kemenkes justru menilai daerah yang mampu menemukan lebih banyak kasus, memiliki kinerja deteksi yang lebih baik, sehingga pasien dapat segera memperoleh pengobatan," ujar dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Dini Anggraeni, mengaku Pemerintah Kota Tangerang resmi memulai program penelusuran kontak penyakit TBC yang terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Sebab, Kota Tangerang menjadi salah satu wilayah yang mendapatkan amanah khusus untuk menjalankan program akselerasi ini dengan target penanganan mencapai 430 lokus hingga November mendatang.
"Hari ini merupakan kegiatan perdana untuk program tracing TBC yang terintegrasi dengan CKG di Kota Tangerang. Kita mendapat tugas untuk menyelesaikan 430 lokus hingga November mendatang dan untuk hari pertama ini, ada lima lokus yang berjalan secara bersamaan," ucap Dini.
Ia menyampaikan target sasaran pada setiap lokus mencapai 100 orang, yang difokuskan pada kontak erat pasien positif TBC. Layanan yang disediakan mencakup penelusuran TBC, skrining Ransel TBC CKG serta foto rontgen paru menggunakan alat portable untuk deteksi dini.
"Tracing ini fokus kita lakukan pada keluarga dan lingkungan terdekat dari pasien positif TBC. Tujuannya agar kita bisa mendeteksi potensi kasus baru secara presisi sekaligus memutus rantai penularannya di masyarakat," kata Dini.
Ia menyebutkan, program ini mengandalkan kolaborasi lintas sektor hingga tingkat kader kesehatan. Targetnya empat lokus pemeriksaan di Kelurahan Alam Jaya ke depannya.
Guna mencapai target penurunan kasus menuju eliminasi TBC tahun 2030, ia mengimbau seluruh warga Kota Tangerang. Yakni, untuk tidak ragu maupun malu memanfaatkan fasilitas pemeriksaan gratis ini melalui semangat TOSS (Temukan, Obati Sampai Sembuh). ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!