Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lahan Terlantar 1.000 Hektare Diusulkan Diaktifkan, Agam Kejar Produksi Pangan

📅 Minggu, 30 Agu 2026, 17:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Lahan Terlantar 1.000 Hektare Diusulkan Diaktifkan, Agam Kejar Produksi Pangan Doc: ANTARA/Yusrizal.
Ket. Puluhan hektare lahan sawah di Taruyan, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam terlantar pascabencana alam.

LUBUK BASUNG – Reaktivasi lahan sawah terlantar menjadi langkah strategis untuk memperluas basis produksi pangan tanpa harus terus membuka lahan baru.

Namun, menghidupkan kembali sawah tidak sekadar soal menanami lahan, melainkan membutuhkan kepastian irigasi, akses pupuk dan benih, dukungan teknologi, serta insentif agar petani kembali bergairah mengelolanya.

Jika dilakukan secara konsisten, lahan tidur dapat berubah menjadi aset produktif sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat mengusulkan seluas 1.000 hektare lahan sawah yang terlantar atau tidak diolah petani untuk diaktifkan kembali ke Kementerian Pertanian Republik Indonesia pada 2027.

Kepala Dinas Pertanian Agam Heri Prasetyo Wibowo di Lubuk Basung, Minggu (30/8), mengatakan lahan terlantar yang diusulkan untuk dibuka kembali pada 2027 tersebar di beberapa kecamatan di Agam.

"Kita sudah mengusulkan pada tahun ini dan berharap direalisasikan Kementerian Pertanian pada tahun depan," katanya.

Ia mengatakan lahan sawah yang terlantar tersebut tidak dimanfaatkan apakah akibat terdampak bencana atau irigasinya yang rusak.

Dengan kondisi tersebut, lahan tertimbun material longsor dan petani kesulitan mendapatkan air untuk mengolah lahan mereka.

Untuk itu, diusulkan untuk dibuka dan pembangunan irigasi yang rusak ke kementerian, sehingga petani dengan mudah mendapatkan air untuk mengolah lahan.

"Dengan terbukanya lahan ini, maka menambah pendapatan petani dan produktifitas padi di Agam akan meningkat," kata dia.

Ia mengakui Pemkab Agam mendapatkan rehabilitasi sawah seluas 311 hektare pada 2026 dan lokasi ini merupakan yang terdampak bencana hidrometeorologi melanda daerah itu pada akhir 2025.

Progres rehabilitasi sudah mencapai 100 persen yang dikerjakan secara swakelola dengan melibatkan 20 kelompok tani.

Program ini dalam upaya percepatan proses pemulihan lahan persawahan yang terdampak bencana hidrometereologi.

Melalui program rehabilitasi sawah dan program optimalisasi lahan yang dialokasikan Kementerian Pertanian, sehingga lahan sawah yang terkena dampak bencana dapat kembali diolah dan ditanami.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jjroyal-luwak
Daerah
Gakkum Kehutanan Tangkap Pe...
Advertisement
Investor Masih Berbondong-bondong Antre Masuk KEK Kendal dan Batang, Ada Apa?

Investor Masih Berbondong-bondong Antre Masuk KEK Kendal dan Batang, Ada Apa?

30 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.